CERITA SEX TANPA BATAS

CERITA SEX

Jumat, 24 November 2023

BABY SISTER DIENTOT KONTOL BESAR


aku pernah kost SLOT GACOR MAXWIN disebuah lokasi tinggal mewah di Makassar, empunya rumah termasuk elite dan tergolong sibuk dgn bisnisnya. sementara si isteri kerja disalah satu bank swasta.Suatu hari sesudah 1 bulan si nyonya mencetuskan panggilannya Mbak Wulandari, maka datanglah seorang baby sitter yg melamar kegiatan sesuai iklan dari koran, setelah berdialog dgn Wulandari, maka baby sitter tsb yg mempunyai nama Murni diterima sebagai pengasuh bayi mereka. aku pandangi terus tersebut baby sitter, wah…setelah gunakan baju putih kelihatan sexy banget, guratan celana dalamnya terlihat samar-samar. esoknya, saat aku inginkan berangkat kekantor, tiba-tiba ibu kost ku memperkenalkan si Murni kepadaku, sekilas kulihat buah dadanya yg terbungkus bajuputih dibalik BH wow…seru…kira-kira 36 lah.

Si Murni berumur selama 30 tahun, sementara ibu kost ku (ibunya si bayi baru selama 26 tahun, suaminya kira-kira 30 tahun). Bang…tolong ya..ikut awasin rumah sebab ada penghuni baru ( maksudnya baby sitter) sedangkan aku telah harus masuk kerja lagi, maklum kerja di swasta cutiku mencetuskan cuma 1 bulan, ucapnya untuk ku. Baik Mba, saya jagain lah. 

setelah JUDI SLOT LAPAK PUSAT ONLINE selama 1 minggu si Murni bermukim di lokasi tinggal kost bareng aku dan empunya rumah, aku mulai curiga dgn gerak-gerik suami Wulandari sejumlah hari terakhir ini, aku sering menyaksikan dari sela pintu kamar kost ku, sang suami panggilannya mas Adi suka menculik pandang tubuh si Murni yg sedang ngurus bayi di Box bayi, pastinya tubuhnya menunduk posisi nyaris nungging sampai-sampai guratan CD nya semakin terlihat jelas dan format pinggul serta betis yg buat mupeng seluruh lelaki, ternyata di umur 30 tahun, si Murni justru buat gairah pria meningkat.

Suatu hari, Wulandari tak pulang, dia tugas ke jakarta guna 3 hari, mas adi sepertinya seneng banget ditinggal isterinya, semakin saja dia menggoda si Murni, dan sempat membelai punggung si Murni sambil berbicara ” emh kasihan Mbak ya…kok masih cantik jadi janda…” si Murni cuma membalas ” ya nasib mas…” seraya tersenyum. aku terus mengintip dari celah pintu kamar kost ku apa yg dilaksanakan mas adi, dia mulai mengerjakan jurusnya sebab sudah ber bulan2 tak ketemu lobang kemaluan Wulandari, maklum hamil besar dan baru melahirkan.

” Mbak Murni anaknya berapa? tanya mas adi, 1 mas…jawab Murni. telah berapa tahun menjanda ? tanya adi lagi, yah telah 3 tahunan lah mas, jawab Murni. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar
Mas Adi duduk di sofa dekat box bayi anaknya, sedangkan tangan kanannya mulai menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spak yg dia gunakan, sedangkan si Murni masih tetap menunduk membelakangi mas adi memberi susu botol untuk sang bayi. biasanya, aku pura-pura istirahat dgn pintu tetap ku buka satu senti guna mengintai apa yg terjadi, kemudian mas Adi manggil si-mbok pembantunya yg telah diatas 50 tahun, ya…den. Kata simbok, bikinkan saya kopi terus mbok istirahat aja ya istirahat, ya..den…jawab simbok. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar

Setelah kopi dihidangkan, keMbali Adi menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spaknya, aku terus mengintai dgn lampu kamar yg aku matikan, sesudah si bayi tertidur, adi ngajak Murni guna duduk disofa seraya lihat TV, si Murni menolak, malu mas…kata si Murni, gak apa-apa ….kata Adi,Cerita Mesum Seks,Kisah Ngentot Panas,Cerita Dewasa Terbaru ,Cerita Sex 2019,Kisah Birahi Terbaru,Ngentot Abg Mesum,

Kamu kan ngerti dong saya telah 3 bulan tak bersentuhan dgn wMurnita, sini…..ajak adi lagi. dgn ragu-ragu si Murni mulai duduk dilantai dekat sofa lokasi adi duduk, aku semakin nilik-nilik mereka, Murni…sususmu kok masih kencang ya…ucap Adi, ah…masa mas, masih bagus punya Mbak Wulandari dong…jawab Murni, mengapa mas bilang begitu…? tanya Murni. ah…enggak hanya pingin tau aja bila susu yg telah pernah di isep bayi berubah format atau tak…? kilah Adi. ya..tergantung perawatan…kata Murni. boleh aku raba susumu ni…tanya adi. ah…jangan mas…saya kan telah tua, pun saya malu….jawab Murni.

aku mulai yakin pasti teknik si Adi mengena. sini geser duduknya…kata adi, ah…sudah disini saja mas… kata Murni. Gak apa-pa…sini… saya penasaran dgn susu yg telah di isep bayi, pingin lihat…kata adi lagi, tidak boleh mas ah… malu, nanti Mbak Wulandari tau aku dimarahin… kata Murni, tak terdapat yg tau, seluruh sudah tidur.

Kata adi, kemudian adi unik lengan si Murni, dan mulai meraba susu Murni dgn halus, si Murni kelihatan berigidig-an. Adi terus gencar berjuang memegang susu Murni, sedangkan Murni terus menangkis tangan adi. Ketika si Murni sibuk menangkis tangan adi, aku menyaksikan kedua paha si Murni yg kadang terkangkang sebab sibuk menangkis tangan adi, wow…mulus pahanya, aku mulai jreng juga. Karena ruang tengah lumayan terang sampai-sampai sering banget aku menyaksikan CD Murni yg berwarna ungu muda, dan gundukan kemaluan dibalik CD yg begitu menggiurkan menciptakan aku jadi keenakan nonton dar celah pintu kamar.

Akhirnya si Murni menyerah di tangan Adi, dan tidak mempedulikan tangan adi meng-griliya susunya, dan si Murni juga mulai kegelian sampai-sampai pahanya semakin jelas kulihat sebab Murni telah tak kontrol teknik duduknya.
aku mulai terangsang menyaksikan tangan adi dibalik baju putih Murni bergerak-gerak, kebayg lunak dan halus susu yg sedang diobok. 

kemaluan ku mulai tegang, si Murni semakin meringis dgn sesekali membungkukkan punggunya, kegelian. adi mulai memetik kancing baju si Murni, maka tampak susu si Murni dibalut BH warna merah jambu sebab si Murni menghadap kamarku dan Adi dibelakang si Murni. tangan adi lantas mengeluarkan sebelah susu Murni dari BHnya, aku semakin tegang sebab aku menyaksikan susu yg begitu mulus, puntingnya coklat muda, bahkan aku lebih terfokus ke celah paha si Murni yg telah semakin jelas sebab rok putihnya telah sediki demi tidak banyak tersingkap.

Kelihatannya si Murni telah mulai terangsang sebab aku menyaksikan bagian celah kemaluan pada CD si Murni telah mulai berwarna ungu tua, berarti telah basah. saat si Murni agak bergeser duduknya aku menyaksikan tangan Adi yg kiri memegang kemaluannya yg telah tegang banget, sedangkan tangan kanannya mulai meremas halus susu Murni, sepertinya adi bukan pemain sex brutal, dia mempermainkan susu si Murni begitu lembut sampai-sampai si Murni mulai mendesah dan tangannya mulai mencengkram tangan Adi yg sedang membelai susu nya.

Sudah mas…aku telah gak tahan…kata si Murni. aku pun sudah gak tahan Ni…kata si Adi, tolong saya dong Ni…saya pingin keluarkan Sperma yg telah mengental nih….kata adi dgn nada merayu…jangan mas…aku gak mau, fobia hamil….kata Murni. tak ni…kita tidak boleh bersetubuh, saya gesek aja ya salah satu celana dalam dan kemaluan mu….rayu adi, si Murni pun telah kelihatan paling terangsang, namun dia tak menjawab. sedangkan aku telah semakin tegang aja nih si ujang…dibalik pintu. 

Adi kesudahannya turun dari sofa, dan duduk disebelah si Murni di atas karpet, tangan adi mulai menuju kemaluan si Murni, keMbali si Murni meronta, tidak boleh mas…nanti aku gak tahan…kata si Murni, tenang aja…nanti anda sama-sama enak…kata Adi seraya mulai membelai CD pas di kemaluan si Murni , Murni mulai kelihatan kejang-kejang kedua kakinya menikmati nikmat, adi terus membelai kemaluan Murni dari luar CDnya sedangkan bibirnya mulai menciumi susu kiri si Murni.

Adegan ini terus dilangsungkan sekitar nyaris 10 menit, lantas adi melepas training spaknya, dan kelihatan ujang nya si adi yg telah tegak lurus, namun si Murni justeru membuang pandangannya ke TV, kemudian Adi menyingkap rok putih Murni semakin keatas, dan si Murni direbahkan dikarpet, tidak boleh mas…kata si Murni. nggak kok cuma inginkan dijepitin diantara CD dan Kemaluan kamu…gak dimasukin kok…kata Adi seraya terus menggosok kemaluannya. janji ya..mas…kata Murni. 

Bener kok saya janji kata Adi, lantas adi berbaring disebelah kiri si Murni, dan benar saja, adi julai menaiki setengah tubuh Murni dan paha hingga kaki kirinya adi menindih paha dan kaki kiri si Murni dan kemaluan adi diselipkan dari samping CD basahnya Murni dekat pangkal paha Murni sedangkan si Murni tetap terlentang, aku mulai gak tahan lihatinnya, akupun mulai meraba-raba kemaluan ku, terus adi mulai mengesek-gesekan kemaluannya diantara CD dan Kemaluan Murni secara perlahan,Cerita Mesum Seks,Kisah Ngentot Panas,Cerita Dewasa Terbaru ,Cerita Sex 2019,Kisah Birahi Terbaru,Ngentot Abg Mesum,Cerita Seks Tante Buguil Toket Gede.

Murni mulai kelihatan menikmati, seraya mengisap punting susu si Murni yg sebelah kiri dan meremas susu Murni yg sebelah kanan adi terus menggesek kemaluannya dicelah CD dan Kemaluan si Murni, Murni mulai mengerak-gerakkan pinggulnya keatas kebawah mengekor gerakan Adi, aku yakin bahwa kelentitnya si Murni telah tersentuh oleh ujung kemaluan si adi, aku juga taMbah terangsang melihatnya, aku mulai mempercepat kocokan tangan di kemaluanku, dadaku terasa semakin dag-dig-dug. Semakin lama si Adi semakin mempercepat gerakannya, terus menggesek kemaluan si Murni dgn kemaluannya yg telah semakin keras, dan si Murni juga mulai menerbitkan suara desahannya, mas…mas…mas…aduh geli sekali…mas…. aduuuuh… enak sekali mas….lirih si Murni, tekan tidak banyak mas…biar ujung nya kena kemaluanku.

Adi mulai merubah gerakannya, dari menggesek menjadi agak mengurangi kemaluan si Murni, tangan kanan si Murni mencengkram tangan adi yg sedang meremas susu kanannya, berarti si Murni telah begitu merasakan gesek-tekan kemaluan si adi. teruuuus… mas…aku nikmat sekaaaaali…. desah si Murni.

iyaaa… saya pun Ni….nikmat sekali, punyamu begitu licin dan hangat….adi terus mengerjakan gesek-tekan…hingga tidak cukup lebih 15 menit.
Sudah inginkan keluar…nih…kata si Adi dgn suara tersendat-sendat, tidak boleh keluarkan dulu mas….tahaaaann…tahan….kata si Murni seraya terus menggerakan pinggulnya…..aduuuh…mas…saya inginkan keluar pun mas…..kata si Murni (maksudnya inginkan orgasme).

Mas..masukin tidak banyak ujungnya. Kata si Murni memohon, terus adi agak menaikin lagi tubuh si Murni nyaris menindihnya, dan tangan kanannya membimbing kemaluan mengarah ke lubang kemaluan si Murni, dan ah…aaaahh…jangan dimasukin seluruh mas…aku lebih geli bila ujungnya saja….kata si Murni.
adi terus menggesek-tekan, dan kelihatan si adi mulai menekan-nekan pantanya dan si Murni semakin bergoyg kekiri dan kekanan dan kadang-kadang menaikan pinggulnya keatas..lalu Murni mulai agak menjerit kecil…Mas…aku mau terbit mas….

ya..ya…keluarkan saja ni…biar taMbah licin sahut si Adi…
Tak terasa kemaluan ku pun mulai menerbitkan cairan kental tidak banyak diujungnya…. aku terus menonton gesekan kemaluan adi di celah antara CD dan Kemaluan si Murni, pinggul Murni semakin cepat bergerak keatas kebawah, bahkan sesekali diangkatnya lumayan tinggi…dan…ah..aaaahh…aaaaaaaahhh….mas aku ke..ke..ke…luaaaaarr…mas ….ah….aduuuuuh…mas enak sekaliiiiii.

aku pun ni….aku pun mau keluar…ni…sambil semakin memepercepat gerakan gesek-geseknya, …aduhh..ni…saya terbit ni….oh…oh…oh….adi menyentak-nyentakkan gesekannya hingga lebih dari 3 kali, aduuuh…mas….hangat sekaliiiii….mas.., gerakan adi mulai semakin pelan dan kesudahannya adi tertelungkup diatas tubuh si Murni.

akupun mulai terasa gatal diujung kemaluan ku…dan akh….croooot…croooot….sperma kupun muncrat ke daun pintu. aku jadi lemes..dan mulai aku berbaring di lokasi tidurku seraya tetap meMbaygkan sejoli main adu gesek.
Sememtara Wulandari belum tiba, kebetulan Adi tugas ke Manado, so…di rumah melulu tinggal siMbok, si Murni, si orok dan aku. 

Saat si orok tidur, aku jajaki godain Murni, hem..ehem…Ni…kelihatannya anda kesepian yah..ditinggal Mas Adi…? Tanyaku. Ah…enggaaaaakk…biasa aja…..jawab Murni seraya agak malu-malu.
Memangnya mengapa Mas….? Tanya balik Murni.

Kelihatannya anda sama mas adi kok semakin mesra sih…? Tanya ku lagi.
Kasihaaannn..mas adi kan telah lama…eh…maksud saya ditinggal Mbak Wulandari, gak apa-apa kok….jawab si Murni.

aku mulai merasa si Murni agak khawatir bila aku memahami affairnya dgn Adi.
Sambil baca majalah dan nonton TV, aku pandangi tubuh si Murni. Mulai dari kulit lengan, susu, perut, format pinggul, paha dan betis. Wow….memang segar dan cukup buat mupeng, lagipula karena gak terdapat bos, si Murni gak pake baju Putih Seragam Baby Sitter, dia Cuma gunakan baju istirahat kulot dan blus bahan katun biasa, jadi aku dapat melihat samar-samar lekuk tubuh dan baygan bra and CDnya. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar

Si Murni duduk dekat Box bayi seraya menggoyg box, sesekali dia curi pandang kepadaku laksana ada rasa khawatir takut ketahuan affairnya. Dia agak gelisah. Dalam pikiranku, baikan di “selok” aja dech. Ni, aku inginkan pindah kost, kata ku…., lho mengapa mas…..kan Mas adi dan Mbak Wulandari orangnya baik, dan Mas sudah dinyatakan seperti keluarganya, pun ini lokasi tinggal bagus dan harga kost nya katanya kekeluargaan…. Jawab si Murni.

Iya…Ni, namun aku gak tahan lihatin anda ama mas Adi, kok akrab banget…..kata ku.
Akrab gimana……? Tanya Si Murni agak ketus, ya lah….emang aku gak tahu bila kamu tidak jarang tiduran di karpet ama mas adi, dan bila gak salah anda pernah jalan ama mas adi bawa bayi, ya kan ?

Si Murni gelagapan, dan dia langsung berdiri dari duduknya menghampiriku, aku melihat format perut yg telah agak kendur tapi justeru terkesan sexy, lantas dia duduk disebelahku. Dia bilang Mas…tolong tidak boleh bilang Mbak Wulandari, aku kasihan mas Adi dan aku pun terpengaruh sebab aku telah lama tak disentuh lelaki, bantu ya mas…. Jawab si Murni memelas. aku sedangkan pura-pura terus baca majalah namun mata terkadang ngincer-ngincer pun tuh susu yg masih sintal dan kelihatan mulus meski baru terlihat separuhnya sebab tertutup BRA.

Ya…kamu mesti ingat Ni, sebab nila setitik bobrok susu dua-dua-nya. Jawabku seraya godain. Yeee si mas, bobrok susu sebelanga…ah…jawabnya seraya menyembunyikan malunya.
Ya…dua-dua-nya Ni…..kalau terus di-uwel-uwel mah….jawab ku. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar
Si Murni mencubit perutku, ah..si mas dapat aja. Nih tak cubit…..hayoooo kapok…!!! Si Murni kayak yg greget campur kesel. 

Tapi mas, walaupun bagaimana, aku belum pernah kok bersetubuh dgn mas Adi, yah….hanya sebatas begitu-begitu aja, yg urgen mas Adi dapat “keluar”……bener mas aku gak bohong. Kata si Murni agak serius.
Lho….sudah apa belum untuk saya gak masalah Ni, jawab ku.

Mas kok gitu sih….? Jawab si Murni seraya meraba-raba kedua susunya. Belum mas belum bobrok nih…jawab si Murni seraya mengusap kedua susunya. Ya….percaya deh….jawabku. sesudah terdiam sejumlah saat lalu.
Ni…pijitin dong pundak saya, tadi saya main golf 18 hole, lumayan capek juga…
Weee…maaf ya…aku bukan tukang pijat kok….jawab si Murni agak sengit. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar
Yah…sudah gak apa-apa, namun saya pun bukan tukang yg pintar nyimpen rahasia lho…..jawab ku.

Eeeemmmm….si mas ngancam ya…..ya telah sini, awas bila ngomong Mbak Wulandari…..jawab si Murni. aku duduk di karpet, sedangkan si Murni berlutut dibelakangku, tangannya mulai pijitin pundak dan bahu unsur atasku, dan selang sejumlah menit, aku merasa terdapat yg nempel hangat di punggungku, terasa lunak dan kenyal, aku tebak aja deh ini tentu perut si Murni, aku pura-pura gak merasa apa-apa walau telah sekitar 10 menit. Lalu si Murni bertanya : mas kepalanya inginkan dipijit gak….., o…ya…iya Ni. Jawab ku, lantas si Murni memijit kepala ku…wah enak banget lho Ni. Kamu kok pintar mijit sih. 

Ah..biasa aja mas jawab si Murni. Kemudian aku menikmati ada yg agak lebih lunak lagi mengurangi dipunggungku, aku dah nebak deh…ini tentu pubis si Murni, gundukan daging antara perut dan kemaluan. Dia terus menekan…menekan..semakin terasa hangat dan empuk, aku menikmati kedua pahanya semakin menempel, dia mengurangi terus dan aku agak sedikit menunduk sehingga punggung ku semakin mengurangi pubis nya.

Aduh…Ni. Yg dipijit kepala kok yg enak punggungku. Terus Ni tekan lagi, kata ku. Ah si mas dapat aja…..mau ditekan lagi? Kata si Murni. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar
Ya…iya…dong, si Murni terus menekan-nekan pubisnya di punggungku.
Napasnyapun mulai tersiar mendesah, dan pijitan dikepalaku mulai melemah, namun pijitan pubis di punggungku semakin terasa kuat. 

Apanya yg enak mas…tanya si Murni. Punggung ku enak banget Ni, punyamu begitu berdaging dan terasa hangat di punggungku, jawab ku. Sementara si ujang dibalik celana pendek ku mulai menegang dan si Murni secara sengaja terus menekankan pubis nya dipunggung ku. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol Besar
Aduh Ni. Punyaku jadi tegang Ni…….mau pegang nih….? Tanya ku.Manaaaa….tanya si Murni. Nih….sudah mulai keras karena punggung keenakan…. Jawab ku.ya…mas, kok tegang ya….tanya si Murni.aku juga karena mas adi jadi tidak jarang cepet geli di anu ku. aku jadi sering gampang terangsang,sebenarnya sudah tahunan gak begini, kata si Murni. Ni, pijit aja punya ku…..tapi yg enak ya.

Tanpa bicara lagi si Murni pindah duduk disebelahku, tangannya mulai masuk kesela celana pendekku, dia mulai meraba-raba dgn lembut kemaluan ku. Ah….mulai terasa geli, si Murni meremas unsur helm kemaluan ku, dipijit-pijit lembut yg menciptakan kemaluanku terasa semakin geli dan nikmat sekali, oh….Ni, enak banget, teruuuus Ni, desah ku. Tanganku mulai menyusur kebalik Bra si Murni, perlahan ku elus lembut susunya. Pelan-pelan ujung jariku menyusur terus sampai kerasa puting susu yg telah mengeras namun lembut kulitnya.Aku elus terus susunya, sesekali agak ku remas lembut, si Murni nafasnya mulai agak tersengal-sengal, aduuuuh…mas, sentuhan tangannya kok lembut banget, aku semakin nikmat mas….terus tangan kanan si Murni membuka kaitan Bra unsur belakang, dan tangan kirinya masih terus memijit-mijit ujung kemaluan ku.Cerita Mesum Seks,Kisah Ngentot Panas,Cerita Dewasa Terbaru ,Cerita Sex 2019,Kisah Birahi Terbaru,Ngentot Abg Mesum. 

Kemudian ku singkap blusnya dari selama perut supaya dapat kuraih kedua susunya sedangkan bra dibukanya pelan-pelan melewati sela-sela lengan bajunya. Wah…benar aja, susunya masih mulus, walaupun telah agak jatuh, tetapi kekenyalan dan kelembutan kulitnya masih laksana anak-ABG. Ku singkap terus keatas blusnya, punting susu si Murni yg kiri mengarah agak kesamping kiri dan yg kanan agak kesamping kanan, wah ini tanda susu yg masih berkelenjar bagus, walaupun agak turun namun masih kencang. Isap mas….pinta si Murni, perlahan kuisap lembut puntingnya, mulai dgn isapan perlahan lama-lama isapanku semakin kuat sampai-sampai si Murni menjerit perlahan Aaaahhh……aduh mas….kok enak sekali….teruuuus…mas.Kuisap puntingnya pelan-pelan namun nyelekit, sampai si Murni terbaring sebab tak kuat menyangga nikmatnya isapan ku. Dan akupun meMbaringkan tubuhku di karpet, sedangkan aku terus mengisap punting susunya, si Murni memungut posisi diatas ku dan mulai menempelkan kemaluannya ke kemaluan ku, dia masih mengenakan kulot tipisnya, dia tekan kemaluannya ke kemaluanku, terasa tubuh si Murni agak bergetar saat dia tekan kemaluannya ke kemaluanku, aku menikmati begitu lunak dan hangatnya daging kemaluan si Murni, aku menikmati semakin geli di kemaluanku. 

Murni mulai menggerakan pinggulnya sampai-sampai tekanan berubah jadi gesekan-gesekan yg perlahan namun serasa ujung kemaluanku mulai nyelip dibelahan kemaluannya walaupun masih terbungkus kulot dan CD, tanganku mulai meraba buah pantatnya dgn menyusurkan tangan diantara celana kulotnya, wah…..lembut dan empuk, pantatnya bukan kencang namun empuk, kulitnya masih halus. aku mulai menyelipkan tanganku kesela CD unsur pantanya, aku mulai meraba halusnya pantat si Murni, saat pantatnya ku elus.si Murni justeru semakin mengurangi gesekan kemaluannya ke kemaluanku, aku yakin “G-spot” si Murni disekitar pantatnya. Kemudian elusan | belaian | belaian dipantat si Murni ku jajaki rubah dgn pijitan-pijitan ujung jari ku. Ternyata si Murni semakin terangsang semakin mengesek agak cepat.

Dan oh….oh….oh….mas….aku mau terbit mas…….mendengar rintihan si Murni, aku tolong proses terbit nya si Murni, aku tekan pantatnya dgn kedua tanganku supaya kemaluannya semakin keras mengurangi kemaluanku, dan aaaaahhh…aaahhh…seeeeepp..seeeppppp…seperti kepedasan santap lombok, maaaasss…. aku terbit mas…..ah…aaaahhh…. Si Murni laksana setengah menangis, terasa dikemaluanku kemaluannya berdenyut-denyut sejumlah kali, sedangkan dia mengurangi susu kirinya ke dadaku, dia terus merintih…mendesah…. Kemudian denyutan kemaluannya terasa lagi, nyut..nyuut…nyut. 

Wah si Murni merasakan orgasme panjang nih…pikir ku.
Kemudian sejenak si Murni merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, selama kira-kira belum semenit, dia mulai menekan-nekan-kan lagi kemaluannya ke kemaluan ku kebetulan kemaluanku masih keras, dia mulai mendesah lagi. Seeeeppp….. seeeppp….. laksana orang Kepedasan.Ni, nanti disaksikan simBok, kekamar aja yuukkk….ajak ku. Ah tak mas, simBok telah tidur, lagian ini bayi bila bangun gimana….? Jawab si Murni. Cerita Seks Babysister Dientot Kontol BesarYa…sudah buka saja celanamu Ni….. perintahku.Jangan mas….gini aja ya….sementara di selipkan kemaluanku kesela CDnya, dan si Murni masih berposisi di atas ku.

Ketika kemaluanku mulai menyusup disela CD dan kemaluannya, tersa lendir hangat dan licin diujung kemaluanku, dia mulai menggoygkan pinggulnya dan gesekan belahan kemaluan yg hangat dan licin mulai memicu kemaluan ku, aku menikmati betapa enaknya kemaluan si Murni, namun disisi kemaluanku terasa agak sakit kena sisi CD nya si Murni, aduh Ni, CDmu sakit nih….Kemudian dia melepas celana kulotnya dan agak unik CDnya ke bawah, sementara aku mulai melepas celana pendek dan CDku maka kemaluanku mulai nyaman banget, lagipula dia memungut posisi laksana kodok yg inginkan loncat, dia mulai lagi menggoygkan pinggulnya perlahan kekiri kekanan.Tangan ku mencengkram buah pantatnya dan sesekali kutekan sampai-sampai kemaluanku terasa berada dimuka gawang, kudorong-dorongkan pinggulku naik turun sedangkan si Murni mengoyg kiri-kanan, variasi goygan semacam ini telah membuat rasa geli yg bertolak belakang dgn rasa bila bersetubuh biasa, kemaluan ku semakin keras, kemaluan si Murni terasa semakin basah kuyup, tetapi basah kuyup yg menciptakan rasa geli dikemaluanku semakin nikmat. 

Murni terus bergerak sedangkan ke dua susunya semakin terasa menggiling dadaku. Kenyalnya hangatnya terasa sekali sebab T-shirt ku aku angkat ke leher. Dan blusnya si Murnipun telah terangkat sampai-sampai kedua susunya terasa nempel langsung dikulit dadaku. Dan tangan si Murni yg sedang menyangga tubuhnya dilantai lantas berubah mendekap tubuhku, sampai-sampai susunya semakin mengurangi di dadakuGerakan pinggulnya semakin lembut seolah memposisikan titik-titik tertentu dari kemaluannya di kemaluanku. Kelihatannya si Murni berusaha supaya kelentitnya tergesek oleh ujung kemaluanku. Dia begitu aktif menggali titik-titik kesenangan dikemaluannya. Kemudian aku mulai mengurangi nekan ujung kemaluanku saat terasa andai sudah berada aMbang lubang nikmat, aku tak tahan lagi, hendak sekali aku menancapkan kemaluanku ke kemaluannya. Ni…kamu dibawah Ni…. Pinta ku.

Jangan dulu mas, biar lama nikmatnya, soalnya bila mas di atas tentu mas cepet keluar. Jawabnya dgn kata terputus-putus sebab napas si Murni laksana orang yg sedang aerobic.
Ya…tapi masukan dong Ni. aku telah gak sabar nih….
Iya…iya…tapi pelan-pelan ya mas….biar terasa nikmat. jawab si Murni.Kemudian si Murni menghentikan gerakan pinggulnya. Dan memposisikan ujung kemaluanku tepat dilubang kemaluan yg licin dan hangat. Dia mulai mengurangi pinggulnya ke bawah, dan kemaluanku juga perlahan mulai menyusup. Perlahan banget si Murni unik lagi pinggulnya keatas, aku menikmati gesekan lubang kemaluan yg halus, licin dan lembut. 

Dia mengurangi lagi, dan kira-kira selama 5 cm kemaluanku masuk, dia tarik lagi pinggunya keatas. aku mulai penasaran karena teknik seperti ini menimbulkan kesenangan yg khas banget. Gregel-gregel dinding kemaluan si Murni begitu terasa menggelitik sebab gerakan perlahan seakan-akan kemaluanku meraba-raba tiap mili dinding lubang kemaluan si Murni, akupun semakin menikmatinya.Kemudian desahan demi desahan terus terbit dari mulut si Murni, dan……ah…aaaahhh…. Pelan-pelan si Murni mengurangi pinggulnya sampai kemaluanku masuk seluruhnya, lantas dia tarik lagi pelan-pelan…ditekan lagi. Blessss…lagi kemaluanku masuk, begitu terus berulang-ulang sampai sekitar 15 menit, ah… begitu lembutnya permainan si Murni, sesekali terasa olehku denyutan-denyutan halus didalam kemaluan si Murni yg terasa seolah menjepit-jepit ujung kemaluan ku

Kemudian si Murni memasukan lagi kemaluanku dgn mengurangi pinggulnya, dia tak lagi unik pinggulnya keatas, namun dia tekan terus agak lama sampai-sampai begitu dalamnya kemaluanku tertanam didalam kemaluan hangat si Murni, lantas denyutan-denyutan kemaluannya…aw..terasa begitu nikmat, cenut-cenut….kemudian terdapat denyutan panjang yg rasanya begitu mengapit ujung kemaluan ku. Ah..mungkin ini yg dinamakan empot-empot madura dalam pikirku. Gaya ML laksana ini terus belangsung sampai kurang lebih ¼ jam, aku benar-benar menikmati nikmat yg baru kali ini kurasakan dibanding dgn kesenangan saat ML dgn pacarku. 

Diujung lubang kemaluanku mulai terasa geli sekali seperti berkeinginan keluar sperma. Sementara si Murni terus mengayuh pinggulnya perlahan dan tangan kirinya unik susunya kearah mulut ku, kemudian kuisap-isap pelan sampai isapan kuat. Si Murni mulai mustahil mengkontrol gerakannya, dia menggoyg semakin cepat…cepat lagi dan kesudahannya jeritan kesenangan si Murni hadir lagi. Dia menjangkau orgasme lagi sebab terasa oleh kemaluanku jepitan-jepitan kemaluan dan denyutan-denyutannya yg tak beraturan.Dia mendesah dan menggigit dadaku, dia orgasme panjang. Dan ketika kemaluanku dijepit-jepit oleh kemaluan orgasmenya si Murni, akupun gak tahan, geli sekali dikemaluan ku, sekujur tubuhku terasa geli linu, merinding dan ah…rasanya nikmat sekali, aku berjuang terus menggerakan pinggulku keatas dan kebawah supaya kemaluanku tetap menggesek kemaluan si Murni yg sedang orgasme dan berdenyut-denyut itu.

Murni juga sadar bila aku mau terbit maka dia langsung mengisap punting susuku dan memainkan ujung lidahnya di puting susuku. Maka kemaluanku semakin terasa geli sekali dan terasa gatal yg teramat paling diujungnya seolah hendak digaruk terus oleh unsur terdalam kemaluan si Murni. Dia semakin aktif mengisap dan memainkan lidahnya di punting susuku dan aku terus menaik turunkan pinggulku kesudahannya aku juga crot-crot-crot spermaku muncrat didalam kemaluan si Murni, tanpa sadar si Murni mengaduh keenakan.

Kamis, 23 November 2023

Tante Fifi, Istri Dari Seorang Kiyai

 Didi mengenal SITUS JUDI 303 seks pada usia 18 tahun ketika masih sekolah Waktu itu karena Didi yang bandel dikampungnya maka ia dikirim ke sekolah yang ada Pondok Pesantrennya di Jawa barat, Didi lalu dititipkan pada keluarga teman baik ayahnya, seorang Kiayi Fuad begitu Didi memanggilnya ia adalah seorang yang cukup berpengaruh, pak Kiayi mengelola pesantren itu sendiri yang lumayan besar

Anak-anak mereka, Halmi dan Julia yang seusia Didi kini ada di Mesir sejak mereka masih berumur 12 tahun Sedangkan yang sulung, Irfan kuliah di Pakistan Istri Kiayi Fuad sendiri adalah seorang pengajar di sekolah dasar negeri di sebuah kecamatan

Didi memanggilnya SLOT LAPAK PUSAT Nyai Fifi, wanita itu berwajah manis dan berumur 40 tahun dengan perawakan yang bongsor dan seksi khas ibu-ibu istri pejabat Sejak tinggal di rumah Kiayi Fuad Didi seringkali ditugasi mengantar Nyai Fifi, meskipun hanya untuk pergi ke balai desa atau pergi kota Kabupaten

Meski keluarga Kiayi Fuad cukup kaya raya dan terpandang namun tampaknya hubungan antara dia dan istrinya tak begitu harmonis Didi sering mendengar pertengkaran-pertengkaran diantara mereka di dalam kamar tidur Kiayi Fuad, seringkali saat Didi menonton televisi terdengar teriakan mereka dari ruang tengah

Sedikitpun Didi tak mau peduli atas hal itu, toh ini bukan urusannya, lagi pula Didi kan bukan anggota keluarga mereka Biasanya mereka bertengkar malam hari saat penghuni rumah yang lain telah terlelap tidur, dan belakangan bahkan terdengar kabar kalau Kiayi Fuad ada mempunyai wanita lain sebagai isteri simpanan

“Ah untuk apa aku memikirkannya” bisik hati Didi

“Biar saja Kiayi Fuad berpoligami yang penting aku dapat beronani sambil membayangkan tubuh bahenol Nyai Fifi, dan sekali kali ingin juga aku menyetubuhi isterinya pak Kiayi Fuad yang cantik itu” “Busyeeeet pikiran kotorku mulai kambuh lagi, Aah masa bodoh emang aku pikirin he heeeeee ”

Suatu hari di ulan Oktober, Bi Tinah, seorang pembantu dan Mang Darta penjaga pesantren juga pulang kampung mengambil jatah liburan mereka bersamaan saat Lebaran Sementara Kiayi Fuad pergi berlibur ke Mesir sambil menjenguk kedua anaknya di sana Nyai Fifi masih sibuk menangani tugas-tugas sekolahan yang mana para muridnya hendak menghadapi ujian, Nyai Fifi lebih sering terlambat pulang, hingga di rumah itu tinggal Didi sendiri

Perasaan Didi begitu merdeka, tak ada yang mengawasi atau melarangnya untuk berbuat apa saja di rumah besar disamping pesantren Mereka meminta Didi menunda jadwal pulang kampung yang sudah jauh hari direncanakan, dan Didi mengiyakan saja, toh mereka semua baik dan ramah padanya

Malam itu Didi duduk di depan televisi, namun tak satupun acara TV itu menarik perhatiannya Didi termenung sejenak memikirkan apa yang akan diperbuatnya, sudah tiga hari tiga malam sejak keberangkatan Kiayi Fuad ke Mesir, Nyai Fifi tak tampak pulang ke rumah hingga sore hari

Maklumlah ia harus bolak balik ke kabupaten mengurus soal ujian sekolah dikantor Dinas Pendidikan, jadi tak heran kalau mungkin saja hari ini ia ada di kota kabupaten, saat sedang melamun Didi melirik ke arah lemari besar di samping pesawat TV layar lebar itu Matanya tertuju pada rak piringan VCD yang ada di sana Dan dalam hati Didi penuh dengan tanda tanya Dalam hati Didi berbisik

“Segera kubuka sajalah mana tahu ada film bagus untuk ditonton,” sambil memilih film-film bagus yang ada disitu yang paling membuat aku menelan ludah adalah sebuah film dengan cover depannya ada gambar wanita telanjang

Tak kulihat lama lagi pasti dari judulnya aku sudah tahu langsung kupasang dan ,

“Wow!” batinku kaget begitu melihat adegannya yang membangkitkan nafsu

 Seorang lelaki berwajah Arab sedang menggauli dua perempuan sekaligus dengan beragam gaya Sesaat kemudian aku sudah larut dalam film itu Penisku sudah sejak tadi mengeras seperti kayu, malah saking kerasnya terasa sakit, aku sejenak melepas celana panjang dan celana dalam yang kukenakan dan menggantinya dengan celana pendek yang longgar tanpa CD

Aku duduk di sofa panjang depan TV dan kembali menikmati adegan demi adegan yang semakin membuatku gila Malah tanganku sendiri meremas-remas batang kemaluanku yang semakin tegang dan keras Tampak penis besarku yang panjang sampai menyembul ke atas melewati pinggang celana pendek yang kupakai Cairan kentalpun sudah terasa akan mengalir dari sana

Tapi belum lagi 15s menit, karena terlalu asyik aku akan sampai tak menyangka Nyai Fifi isteri Kiayi Fuad sudah berada di luar ruang depan sambil menekan bel Ah, aku lupa menutup pintu gerbang depan hingga Nyai Fifi bisa sampai di situ tanpa sepengetahuanku, untung pintu depan terkunci Aku masih punya kesempatan mematikan power off VCD Player itu, dan tentunya sedikit mengatur nafas yang masih tegang ini agar sedikit lega

Aku tidak menyangka Nyai Fifi yang seorang guru dan isteri seorang Kiayi punya koleksi VCD porno atau VCD itu hasil rampasan dari tangan para santri-santri yang bengal yang kedapatan menyelundupkan VCD porno tsb ke dalam pondok pesantren Karena rata-rata para santri yang ada dipondok pesantren itu adalah para korban Narkoba

Seketika timbul penyakit bengal ku, karena kenakalanku sewaktu dikampung aku ketahuan mengintip isteri tetangga yang sedang mandi sebab kenakalan itu aku dititipkan oleh ayahku pada keluarga Kiayi Fuad di Tasikmalaya di kota kecil di daerah Jawa Barat, sementara asalku dari pulau Sumatera

Dan aku sering memangil isteri pak Kiayi itu dengan sebutan tante Fifi dan terkadang juga kupanggil perempuan cantik itu dengan panggilan Nyai Fifi karena dia adalah isteri seorang Kiayi terpandang dan sangat kaya karena memiliki berhektar-hektar sawah dan kebun buah-buahan

“Kamu belum tidur, Di??”, sapanya begitu kubuka pintu depan
“Belum, Nyai”, hidungku mencium bau khas parfum Tante Fifi yang elegan
“Udah makan?”
“Hmm , belum sih, tante sudah makan?”, aku mencoba balik bertanya

“Belum juga tuh, tapi tante barusan dari rumah teman, trus di jalan baru mikirin makan, so tante pesan dua kotak nasi goreng, kamu mau?”

“Mau dong tante, tapi mana paketnya, belum datang kan?”

“Tuh kan, kamu pasti lagi asyik di kamar makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante”

“Ooo”, jawabku bego

Nyai Fifi berlalu masuk kamar, kuperhatikan ia dari belakang Uhh, bodinya betul-betul bikin deg-degan, atau mungkin karena aku baru saja nonton BF yah

“Ayo, kita makan ”, ajaknya kemudian, tiba-tiba ia muncul dari kamarnya sudah berganti pakaian dengan sebuah daster bermotif bunga-bunga yang longgar tanpa lengan dan berdada rendah

Mungkin Nyai Fifi merasa kegerahan setelah memakai baju panjang dan rambutnya selalu tertutup jilbab seharian Penampilan khas perempuan cantik itu sebagai isterinya pak Kiayi, bila ia berada diluar rumah mesti memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya Walaupun sekujur tubuhnya tertutup baju panjang dan jilbab masih nampak seksi dan anggun, malam itu benar-benar membuatku jadi terpana dan bergairah ingin memeluk tubuhnya

“Ya ampun Nyai Fifi”, batinku berteriak tak percaya, baru kali ini aku memperhatikan wanita itu dalam keadaan tidak memakai jilbab dan baju panjangnya

Kulitnya putih bersih, dengan betis yang woow, berbulu menantang pastilah perempuan cantik ini punya nafsu seksual yang liar, itu kata temanku yang pengalaman seksnya tinggi Buah dadanya tampak menyembul dari balik gaun tidur itu, apalagi saat ia melangkah di sampingku, samar-samar dari sudut mataku terlihat indah payudaranya yang putih lembut

“Uh , apa ini gara-gara film itu?”, batinku lagi 

Khayalanku mulai kurang ajar, atau selama ini aku melihat Nyai Fifi selalu memakai jubah panjang dan berjilbab jadi aku tidak tahu bentuk tubuhnya yang sebenarnya, seketika aku memasukkan bayangan Nyai Fifi ke dalam adegan film tadi

“Hmm ”, tak sadar mulutku mengeluarkan suara itu
“Ada apa, Di?”, isteri pak Kiayi itu memandangku dengan alis berkerut

“Nngg , nggak apa-apa Nyai ”, Aku jadi sedikit gugup Oh wajahnya, kenapa baru sekarang aku melihatnya begitu cantik

“Eh , kamu ngelamun yah, ngelamunin siapa sih? Pacar?”, tanyanya
“Nggak ah tante”, dadaku berdesir sesaat pandangan mataku tertuju pada belahan dadanya

Wow serasa hendak jebol celana yang kupakai oleh desakan penisku yang memberontak tegang. “Oh My god, gimana rasanya kalau tanganku sampai mendarat di permukaan buah dadanya, mengelus, merasakan kelembutan payudara itu, oohh” lamunan itu terus merayap melambung tinggi

“Heh, ayo , makanmu lho, Di”
“Ba , bbaik Nyai”, jelas sekali aku tampak gugup
“Nggak biasanya kamu kayak gini, Di Mau cerita nggak sama tante Fifi”

“Oh my god, dia mau aku ceritakan apa yang aku lamunkan? Susumu itu Nyai, susumu yang tergantung indah aku remas-remas ya” bisik hatiku, aku mulai berfikir bagaimana bisa menyetubuhi isteri Kiayi Fuad yang montok dan cantik ini

Pelan-pelan sambil terus melamun sesekali berbicara padanya, akhirnya makananku habis juga Aku kembali ke kamar dan langsung menghempaskan badanku ke tempat tidur Masih belum lepas juga bayangan tubuh Nyai Fifi

“Gila! Gila! Kenapa perempuan paruh baya itu membuatku gila”, pikirku tak habis-habisnya

Umurnya terpaut sangat jauh denganku, aku baru 18 tahun , dua puluh lima tahun dibawahnya Ah, mengapa harus kupikirkan, persetan ah yang penting bagaimana caranya aku dapat menikmati tubuh montoknya. Aku melangkah ke kamarku dan berbaring ditempat tidur, mencoba melupakannya, tapi mendadak pintu kamarku diketuk dari luar

“Di , Didi , ini Tante Fi”, terdengar suara tante Fifi yang seksi itu memanggil
“Ah ”, aku beranjak bangun dari ranjang dan membukakan pintu,
“Ada apa, tante?”
“Kamu bisa buatin tante kopi?”
“Ooo , bisa tante”
“Tahu selera tante toh?”

“Iya tante, biasanya juga saya lihat Bi Tinah”, jawabku singkat dan langsung menuju ke dapur

“Tante tunggu di ruang tengah ya, Di”
“Baik, tante”
“Didi ?”
“Ya , tante”
“Kamu kalau habis pasang film seperti ini lain kali masukin lagi ke tempatnya yah”

“Mmm , ma , ma , maaf tante ” aku tergagap, apalagi melihat Tante Fifi isteri pak kiayi itu yang berbicara tanpa melihat ke arahku

Benar-benar aku merasa seperti maling yang tertangkap basah

“Di ?”, Tante Fifi memanggil dan kali ini ia memandangi, aku menundukkan muka, tak kubayangkan lagi kemolekan tubuh istri Kiayi Fuad itu

Aku benar-benar takut bercampur dengan nafsu

“Tante nggak bermaksud marah lho, Di ”,

Byarr hatiku lega lagi ?

“Sekarang kalau kamu mau nonton, ya sudah sama-sama aja di sini, toh sudah waktunya kamu belajar tentang ini, biar nggak kuper”, ajaknya

“Woow ”, kepalaku secepat kilat kembali membayangkan tubuhnya

Aku duduk di sofa sebelah tempatnya Mataku lebih sering melirik tubuh Tante Fifi daripada film itu

“Kamu kan sudah 18 tahun, Di Ya nggak ada salahnya kalau nonton beginian Lagipula tante kan nggak biasa lho nonton yang beginian sendiri ”

Tak kusangka ucapan isteri Kiayi Fuad begitu terang-terangan, padahal Nyai Fifi adalah seorang pendidik alias guru apakah karena dunia ini sudah semakin tua, atau isteri Kiayi itu yang nampaknya alim namun sesungguhnya memiliki nafsu syahwat besar yang tak tersalurkan

Apa kalimat itu berarti undangan? Atau kupingku yang salah dengar? Oh my god Tante Fifi mengangkat sebelah tangannya dan menyandarkan lengannya di sofa itu Dari celah gaun di bawah ketiaknya terlihat jelas bukit payudaranya yang masih seger dan bentuknya indah Ukurannya benar-benar membuatku menelan ludah

Wooow Posisi duduknya berubah, kakinya disilangkan hingga daster itu sedikit tersingkap Yeah, betis indah dengan bulu-bulu halus, Hmm? Wanita 40-an itu benar-benar menantang, wajah dan tubuhnya mirip sekali dengan Marisa Haque, hanya Tante Fifi kelihatan sedikit lebih muda, bibirnya lebih sensual dan hidungnya lebih mancung

Aku tak mengerti kenapa perempuan paruh baya ini begitu tampak mempesona di mataku Tapi mungkinkah ? Tidak, dia adalah istri seorang Kiayi yang terpandang, orang yang belakangan ini sangat memperhatikanku Aku di sini untuk belajar , atas biaya mereka , ah persetan!

Tante Fifi mendadak memindahkan acara TVRI ke sebuah TV swasta

“Lho kok?”
“Ah tante bosan ngeliatin acara di TV itu terus, ”
“Tapi kan ”

?Sudah kalau mau kamu mau nonton yang lain nonton aja sendiri di kamar ” wajahnya masih biasa saja

“Eh, ngomong-ngomong, kamu sudah hampir setahun di sini yah?”
“Iya tante ”
“Sudah punya pacar?”, ia beranjak meminum kopi yang kubuatkan untuknya

“Belum”, mataku melirik ke arah belahan daster itu, tampaknya ada celah yang cukup untuk melihat payudara besarnya

Tak sadar penisku mulai berdiri

“Kamu nggak nyari gitu?”, ia mulai melirik sesekali ke arahku sambil tersenyum

“Alamaak, senyumnya , oh singkapan daster bagian bawah itu, uh Tante Fifi , pahamu”, teriak batinku saat tangannya tanpa sengaja menyingkap belahan gaun di bagian bawah itu Sengaja atau tidak sih?

“Eeh Di kamu ngeliatin apaan sih?”

Blarr , mungkin ia tahu kalau aku sedang berkonsentrasi memandang satu persatu bagian tubuhnya

“Nnggak kok tante nggak ngeliat apa-apa”
“Lho mata kamu kayaknya mandangin tante terus Apa ada yang salah sama tante, Di?”,

Yya ampun dia tahu kalau aku sedang asyik memandanginya

“Eh , mm , anu tante , aa , aanu , tante , tante”, kerongkonganku seperti tercekat

“Anu apa , ah kamu ini ada-ada saja, kenapa ?”, matanya semakin terarah pada selangkanganku, sial aku lupa pakai celana dalam

Pantas Tante Fifi tahu kalau penisku tegang

“Ta , ta , tante cantik sekali ”, aku tak dapat lagi mengontrol kata-kataku

Dan astaga, bukannya marah, Tante Fifi malah mendekati aku

“Apa , tante nggak salah dengar?”, katanya setengah berbisik
“Bener kok tante ”

“Tante yang seumur ini kamu bilang cantik, ah bisa aja Atau kamu mau sesuatu dari tante?” ia memegang pundakku, terasa begitu hangat dan duh gusti buah dada yang sejak tadi kuperhatihan itu kini hanya beberapa sentimeter saja dari wajahku Apa aku akan dapat menyentuhnya, come on man! Dia istri pemilik pondok pesantren ini batinku berkata?Aah persetan

 Tangannya masih berada di pundakku sebelah kiri, aku masih tak bergeming Tertunduk malu tanpa bisa mengendalikan pikiranku yang berkecamuk Harum semerbak parfumnya semakin menggoda nafsuku untuk segera berbuat sesuatu Kuberanikan mataku melirik lebih jelas ke arah belahan kain daster berbunga itu Wow , sepintas kulihat bukit di selangkangannya yang ahh, kembali aku menelan ludah

“Kamu belum jawab pertanyaan tante lho, Di Atau kamu mau tante jawab sendiri pertanyaan ini?”

“Nggak kok Nyai, ss , ss , saya jujur kalau tante memang cantik, eh , mm , dan menarik”
“Terus apa lagi ayo bilang ”

“Aaaku mau pegang susu Nyai ” kuberanikan diriku sambil menatap kedua bola matanya yang indah itu

“Kamu belum pernah kenal cewek yah”
“Belum, tante”
“Kalau tante kasih pelajaran gimana?”

Ini dia yang aku tunggu, ah persetan walau dia ini isteri Kiayi Fuad sahabat ayahku aku tak perduli Anggap saja ini pelajaranku dari Tante Fifi Dan juga , oh aku ingin segera merasakan tubuh wanita cantik ini

“Maksud tante , apa?”, lanjutku bertanya, pandangan kami bertemu sejenak namun aku segera mengalihkan

“Kamu kan belum pernah pacaran nih, gimana kalau kamu tante ajarin caranya menikmati wanita ”

“Ta , tapi tante”, aku masih ragu
“Kamu takut sama pak Kiayi suamiku? Tenang , yang ada di rumah ini cuman kita, lho”
“Wow hebat”, teriakku dalam hati

Pucuk dicinta ulam pun tiba Batinku terus berteriak tapi badanku seperti tak dapat kugerakkan Beberapa saat kami berdua terdiam

“Coba sini tangan kamu”, aku memberikan tanganku padanya, my goodness tangan lembut itu menyentuh telapak tanganku yang kasarnya minta ampun

“Rupanya kamu memang belum pernah nyentuh perempuan, Di Tante tahu kamu baru beranjak remaja dan tante ngerti tentang itu”, ia berkata begitu sambil mengelus punggung tanganku, aku merinding dibuatnya. Sementara di bawah penisku yang sejak tadi sudah tegang itu mulai mengeluarkan cairan hingga menampakkan titik basah tepat di permukaan celana pendek itu

“Tante ngerti kamu terangsang melihat tetek ini, dan tante perhatiin belakangan ini kamu sering diam-diam memandangi tubuh tante, benar kan?”, ia seperti menyergapku dalam sebuah perangkap, tangannya terus mengelus punggung telapak tanganku

Aku benar-benar merasa seperti maling yang tertangkap basah, tak sepatah kata lagi yang bisa kuucapkan

“Kamu kepingin pegang dada tante kan?”

Daarr! Dadaku seperti pecah , mukaku mulai memerah Aku sampai lupa di bawah sana adik kecilku mulai melembek turun Dengan segala sisa tenaga aku beranikan diri membalas pandangannya, memaksa diriku mengikuti senyum Nyai Fifi isteri pak Kiayi itu, Dan , astaga , perempuan cantik ini menuntun telapak tanganku ke arah payudaranya yang menggelembung besar itu Oooh lembutnya

“Ta , ta , tante , oohh”, suara itu keluar begitu saja dari bibirku, dan Tante Fifi hanya melihat tingkahku sambil tersenyum

Adikku bangun lagi dan langsung seperti ingin meloncat keluar dari celana dalamku Istri pak Kiayi itu melotot ke arah selangkanganku

“Waawww , besar sekali punya kamu Di”, serunya lalu secepat kilat tangannya menggenggam kemaluanku kemudian mengelus-elusnya

Secara reflek tanganku yang tadinya malu-malu dan terlebih dulu berada di permukaan buah dadanya bergerak meremas dengan sangat kuat sampai menimbulkan desah dari mulutnya

“Aaagghhh… enaaaak, isep Di… Ooooooooh… aahh , mm remas sayang oohh… teruuuuuuuus Di ”

Masih tak percaya akan semua itu, aku membalikkan badan ke arahnya dan mulai menggerakkan tangan kiriku Aku semakin berani, kupandangi wajah istri pak Kiayi itu dengan seksama

“Teruskan, Di , buka baju tante”, perempuan itu mengangguk pelan

 Matanya berbinar saat melihat kemaluanku tersembul dari celah celana pendek itu Kancing dasternya kulepas satu persatu, bagian dadanya terbuka lebar Masih dengan tangan gemetar aku meraih kedua buah dadanya yang putih itu Perlahan-lahan aku mulai meremasnya dengan lembut, kedua telapak tanganku kususupkan melewati dasternya

“Mmm , tante ”, aku menggumam merasakan kelembutan buah dada besar Tante Fifi yang selama sebulan terakhir ini hanya jadi impianku saja

Jari jemariku terasa begitu nyaman, membelai lembut daging kenyal itu, aku memilin puting susunya yang begitu lembutnya Aku pun semakin berani, dasternya kutarik ke atas dan woowww , kedua buah dada itu membuat mataku benar-benar jelalatan

“Mm , kamu sudah mulai pintar, Di Tante mau kamu ”, belum lagi kalimat Tante Fifi habis aku sudah mengarahkan mulutku ke puncak bukit kembarnya dan

“Crupp ”, sedotanku langsung terdengar begitu bibirku mendarat di permukaan puting susunya

“Aahh , Didi, oohh , sedoot teruus aahh”, tangannya semakin mengeraskan genggamannya pada batang penisku, celana pendekku sejak tadi dipelorotnya ke bawah

Sesekali kulirik ke atas sambil terus menikmati puting buah dadanya satu persatu, Tante Fifi tampak tenang sambil tersenyum melihat tingkahku yang seperti monyet kecil menetek pada induknya Jelas isteri pak Kiayi itu sudah berpengalaman sekali Batang penisku tak lagi hanya diremasnya, ia mulai mengocok-ngocoknya Sebelah lagi tangannya menekan-nekan kepalaku ke arah dadanya

“Buka pakaian dulu, Di” ia menarik baju kaos yang kukenakan, aku melepas gigitanku pada puting buah dadanya, lalu celanaku di lepaskannya

Ia sejenak berdiri dan melepas gaun dasternya, kini aku dapat melihat tubuh Nyai Fifi yang bahenol itu dengan jelas Buah dada besar itu bergelantungan sangat menantang Dan bukit di antara kedua pangkal pahanya masih tertutup celana dalam putih, bulu-bulu halus tampak merambat keluar dari arah selangkangan itu Dengan agresif tanganku menjamah CD-nya, langsung kutarik sampai lepas

“Eeeiit , ponakan tante sudah mulai nakal yah”, katanya genit semakin membangkitkan nafsuku

“Saya nggak tahan ngeliat tubuh tante”, dengusanku masih terdengar semakin keras

“Kita lakukan di kamar yuk ”, ajaknya sambil menarik tanganku yang tadinya sudah mendarat di permukaan selangkangannya

“Shitt!” makiku dalam hati, baru saja aku mau merasakan lembutnya bukit di selangkangannya yang mulai basah itu

Isteri pak Kiayi itu langsung merebahkan badan di tempat tidur Tapi mataku sejenak tertuju pada foto pak Kiayi yang pakai sorban dengan baju kokonya

“Ta , tapi tante”
“Tapi apa, ah kamu, Di” Tante Fifi melotot
“Tante kan istri pak Kiayi”
“Yang bilang tante istri kamu siapa?”, aku sedikit kendor mendengarnya
“Saya takut tante, malu sama pak Kiayi”

“Emangnya di sini ada kamera yang bisa dilihat dari Mesir sana? Didi, Didi , Kamu nggak usah sebut nama pak Kiayi itu lagi deh!” intonasi suaranya meninggi, mungkin Nyai yang cantik ini sudah sangat benci kepada suaminya yang mempunyai isteri lagi, perempuan cantik ini memang dimadu oleh pak Kiayi sampai rasa benci terhadap suaminya ia lampiaskan dengan jalan menggiring gairah nafsuku untuk menyetubuhinya

“Trus gimana dong tante?”, aku tambah tak mengerti

“Sudahlah Di, kamu lakukan saja, kamu sudah lama kan menginginkan memegang payudara tante?” aku tak bisa menjawab, sementara mataku kembali memandang selangkangan Tante Fifi yang kini terbuka lebar

Hmm, persetan dari mana dia tahu aku sudah menantikan ini, itu urusan belakang

Aku langsung menindihnya, dadaku menempel pada kedua buah payudara itu, kelembutan buah dada yang dulunya hanya ada dalam khayalanku saat beronani sekarang menempel ketat di dadaku Bibir kamipun kini bertemu, Nyai Fifi menyedot lidahku dengan lembut Uhh, nikmatnya, tanganku menyusup di antara dada kami, meraba-raba dan meremas kedua belahan susunya yang besar itu Cerita Sex 2015

“Aggggh, Di kamu anak yang pintar teruuuus Di ”

“Mmm , oohh , Nyai , aahh”, kegelian bercampur nikmat saat Tante Fifi memadukan kecupannya di leherku sambil menggesekkan selangkangannya yang basah itu pada penisku

“Kamu mau sedot susu tante lagi?”, tangannya meremas sendiri buah dada itu, aku tak menjawabnya, bibirku merayap ke arah dadanya, bertumpu pada tangan yang kutekuk sambil berusaha meraih susunya dengan bibirku

Lidahku mulai bekerja dengan liar menjelajahi bukit kenyal itu senti demi senti

“Hmm , pintar kamu Di, oohh ” desahan isteri pak Kiayi mulai terdengar, meski serak-serak tertahan nikmatnya jilatanku pada putingnya yang lancip

“Sekarang kamu ke bawah lagi sayang ”

Aku yang sudah terbawa nafsu berat itu menurut saja, lidahku merambat cepat ke arah pahanya, Tante Fifi membukanya lebar dan semerbak aroma selangkangannya semakin mengundang birahiku, aku jadi semakin gila Kusibak bulu-bulu halus dan lebat yang menutupi daerah vaginanya

Uhh, liang vagina itu tampak sudah becek dan sepertinya berdenyut, aku ingat apa yang harus kulakukan, tak percuma aku sering diam-diam nonton VCD porno sewaktu di Sumatera Lidahku menjulur lalu menjilati vagina isteri pak Kiayi itu

“Aggggggh ampuuuuuun, Ooouuhh , kamu cepat sekali belajar, Di Hmm, enaknya jilatan lidah kamu , oohh ini sayang”, ia menunjuk sebuah daging yang mirip biji kacang di bagian atas kemaluannya, aku menyedotnya keras, lidah dan bibirku mengaduk-aduk isi liang vaginanya

“Ooohh, yaahh , enaak, Di, pintar kamu Di , oohh”, Tante Fifi mulai menjerit kecil merasakan sedotanku pada biji kacangnya yang belakangan kutahu bernama clitoris

Ada sekitar tujuh menit lebih aku bermain di daerah itu sampai kurasakan tiba-tiba ia menjepit kepalaku dengan keras di antara pangkal pahanya, aku hampir-hampir tak dapat bernafas

“Aahh , tante nggak kuaat aahh, Didii”, teriaknya panjang seiring tubuhnya yang menegang, tangannya meremas sendiri kedua buah dadanya yang sejak tadi bergoyang-goyang, dari liang vaginanya mengucur cairan kental yang langsung bercampur air liur dalam mulutku

“Uff , Di, kamu pintar bener Sering ngentot yah?” ia memandangku dengan genit

“Makasih Di, selama ini tante nggak pernah mengalaminya , makasih sayang Sekarang beri tante kesempatan istirahat sebentar saja”, ia lalu mengecupku dan beranjak ke arah kamar mandi

Aku tak tahu harus melakukan apa, senjataku masih tegang dan keras, hanya sempat mendapat sentuhan tangan Tante Fifi Batinku makin tak sabar ingin cepat menumpahkan air maniku ke dalam vaginanya Masih jelas bayangan tubuh telanjang isteri pak Kiayi itu beberapa menit yang lalu , ahh aku meloncat bangun dan menuju ke kamar mandi Kulihat perempuan paruh baya yang cantik itu sedang mengguyur tubuhnya dengan air

“Tante… mau saya entot sekarang?”
“Hmm, kamu sudah nggak sabar ya?” ia mengambil handuk dan mendekatiku

Tangannya langsung meraih batang penisku yang masih tegang

“Woowww , tante baru sadar kalau kamu punya segede ini, Di , oohhmm”, ia berjongkok di hadapanku

Aku menyandarkan tubuh di dinding kamar mandi itu dan secepat kilat Nyai Fifi memasukkan penisku ke mulutnya

“Ohh , nikmat Tante Fifi oohh , oohh , ahh”, geli bercampur nikmat membuatku seperti melayang

Baru kali ini punyaku masuk ke dalam mulut perempuan, ternyata , ahh , lezatnya setengah mati Penisku tampak semakin tegang, mulut mungil Tante Fifi hampir tak dapat lagi menampungnya Sementara tanganku ikut bergerak meremas-remas payudaranya

“Uuuhh punya kamu ini lho, Di , tante jadi nafsu lagi nih, yuk kita lanjutin lagi”, tangannya menarikku kembali ke tempat tidur, Tante Fifi seperti melihat sesuatu yang begitu menakjubkan

Perempuan setengah baya itu langsung merebahkan diri dan membuka kedua pahanya ke arah berlawanan, mataku lagi-lagi melotot ke arah belahan vaginanya Mm , kusempatkan menjilatinya semenit lalu dengan tergesa-gesa aku tindih tubuhnya

“Heh , sabar dong, Di Kalau kamu gelagapan gini bisa cepat keluar nantinya”
“Keluar apa, Tante?”

“Nanti kamu tahu sendiri, deh” tangannya meraih penisku di antara pahanya, kakinya ditekuk hingga badanku terjepit diantaranya

Pelan sekali ibu jari dan telunjuknya menempelkan kepala penisku di bibir kemaluannya

“Sekarang kamu tekan pelan-pelan sayang , Ahhooww, yang pelan sayang oh punya kamu segede kuda tahu!”, liriknya genit saat merasakan penisku yang baru setengah masuk itu

“Begini tante?”, dengan hati-hati kugerakkan lagi, pelan sekali, rasanya seperti memasuki lubang yang sangat sempit

“Tarik dulu sedikit, Di , yah tekan lagi Pelan-pelan , yaahh masuk sayang oohh besarnya punya kamu , oohh… Oooh enaaak Di, Aaaagggh panjangnya punya kamu sampai mentok ke dasar Di

“Tante suka?”
“Nyai aku entot ya… Gimana Nyai rasanya?”

“Suka sayang oohh, sekarang kamu goyangin , mm , yak gitu terus tarik, aahh , pelan sayang vagina tante rasanya , oouuhh mau robek, mmhh , yaahh tekan lagi sayang , oohh , hhmm , enaakk , oohh”

“Kalau sakit bilang saya yah tante?”, kusempatkan mengatur gerakan, tampaknya Tante Fifi sudah bisa menikmatinya, matanya terpejam seraya menggigit bibirnya disertai desahan manjanya

“Oooh Di setubuhi tante, Agggggh enaaaak Di punyamu besaaaar Hmm , oohh ”, Tante Fifi kini mengikuti gerakanku

Pinggulnya seperti berdansa ke kiri kanan Liang vaginanya bertambah licin saja Penisku kian lama kian lancar, kupercepat goyanganku hingga terdengar bunyi selangkangannya yang becek bertemu pangkal pahaku

Plak , plak , plak , plak , aduh nikmatnya perempuan setengah baya ini

 Mataku merem melek memandangi wajah keibuan Tante Fifi yang masih saja mengeluarkan senyuman Nafsuku semakin jalang, gerakanku yang tadinya santai kini tak lagi berirama Buah dadanya tampak bergoyang ke sana ke mari, mengundang bibirku beraksi

“Ooohh sayang kamu buas sekali hmm , tante suka yang begini, oohh , genjot terus mm”

“Uuhh tante nikmat tante , mm tante cantik sekali oohh… Oooh enaknya ngentotin isteri pak Kiayi ” Aku mulai meracau nikmat

“Kamu senang susu tante yah?” Ooohh sedoot teruus susu tantee aahh , panjang sekali peler kamu oohh, Didii , aahh” Jeritannya semakin keras dan panjang, denyutan vaginanya semakin terasa menjepit batang penisku yang semakin terasa keras dan tegang

“Di ?”, dengusannya turun naik
“Yah uuhh ada apa tante ?”

“Kamu bener-bener hebat sayang , oowww , uuhh , tan , tante , mau keluar hampiirr , aahh ”, gerakan pinggulnya yang liar itu semakin tak karuan, tak terasa sudah lima belas menit kami berkutat

“Ooohh memang enaak Nyai, oohh , Tante Fifi Tante Fifi, oohh , tante, oohh , nikmat sekali tante memekmu, oohh ” aku bahkan tak mengerti apa maksud kata ‘keluar’ itu

Aku hanya peduli pada diriku, kenikmatan yang baru pertama kali kurasakan seumur hidup Tak kuhiraukan tubuh isteri pak Kiayi yang menegang keras berkejat-kejat, kuku-kuku tangannya mencengkeram punggungku, pahanya menjepit keras pinggangku yang sedang asyik turun naik itu,

“Aaahh , Di , dii , tante ke luaarr laagii , aahh”, vagina Tante Fifi terasa berdenyut keras sekali, seperti memijit batangan penisku dan uuhh ia menggigit pundakku sampai kemerahan

Kepala penisku seperti tersiram cairan hangat di dalam liang rahimnya

“Agggh Oooh ampuuuun enak Di penis besarmu”

Sesaat kemudian ia lemas lagi Tak kusangka isteri seorang Kiayi, wanita yang kuanggap alim dan terpelajar saat kusetubuhi bisa menjadi liar bagai penari erotis, tubuhnya meliuk liuk saat mencapai orgasme

“Tante capek’
“Maaf tante kalau saya keterlaluan ”

“Mmm , nggak begitu Di, yang ini namanya tante orgasme, bukan kamu yang salah kok, justru kamu hebat sekali , ah, ntar kamu tahu sendiri deh , kamu tunggu semenit aja yah, uuhh hebat”

Aku tak tahu harus bilang apa, penisku masih menancap di liang kemaluannya

“Kamu peluk tante dong, mm”
“Ahh tante, saya boleh lanjutin nggak sih?”

“Boleh, asal kamu jangan goyang dulu, tunggu sampai tante bangkit lagi, sebentaar aja Mainin susu tante saja ya”

“Baik tante ”

“Kau tak sabar ingin cepat-cepat merasakan nikmatnya ‘keluar’ seperti Tante ya ”

Ia masih diam saja sambil memandangiku yang sibuk sendiri dengan puting susu itu Beberapa saat kemudian kurasakan liang vaginanya kembali bereaksi, pinggulnya ia gerakkan

“Di ?”
“Ya tante?”
“Sekarang tante mau puasin kamu, kasih tante yang di atas ya, sayang , mmhh, pintar”

Posisi kami berbalik Kini isteri pak Kiayi menunggangi tubuhku Perlahan tangannya kembali menuntun batang penisku yang masih tegang itu memasuki liang kenikmatannya, dan uuhh terasa lebih masuk

Tante Fifi mulai bergoyang perlahan, payudaranya tampak lebih besar dan semakin menantang dalam posisi ini Tante Fifi berjongkok di atas pinggangku menaik-turunkan pantatnya, terlihat jelas bagaimana penisku keluar masuk liang vaginanya yang terlihat penuh sesak, sampai bibir kemaluan itu terlihat sangat kencang

“Ooohh enaak tante , ooh Tante Fifi , ooh Nyai , oo , hmm, enaak sekali , oohh memek enak” Kedua buah payudara itu seperti berayun keras mengikuti irama turun naiknya tubuh isteri pak Kiayi itu

“Remees susu tante sayang, oohh , yaahh , pintar kamu , oohh , tante nggak percaya kamu bisa seperti ini, oohh , pintar kamu Didi oohh , ganjal kepalamu dengan bantal ini sayang”, Tante Fifi meraih bantal yang ada di samping kirinya dan memberikannya padaku

“Maksud tante supaya aku bisa , crup , crup ”, mulutku menerkam puting payudaranya
“Yaahh sedot susu tante lagi sayang , mm , yak begitu teruus yang kiri sayang oohh”

Tante Fifi menundukkan badan agar kedua buah dadanya terjangkau mulutku Decak becek pertemuan pangkal paha kami semakin terdengar seperti tetesan air, liang vaginanya semakin licin saja Entah sudah berapa puluh cc cairan kelamin isteri pak Kiayi yang meluber membasahi dinding vaginanya Tiba-tiba aku teringat adegan filn porno yang dulu pernah kulihat,

“Yap , doggie style!” batinku berteriak kegirangan, mendadak aku menahan goyangan Tante Fifi yang tengah asyik

“Huuhh , oohh ada apa sayang?”, nafasnya tersenggal
“Saya mau pakai gaya yang ada di film, tante”
“Gaya yang mana, yah ,?”
“Yang dari belakang tante harus nungging”

“Hmm , tante ngerti , boleh”, katanya singkat lalu melepaskan gigitan vaginanya pada penisku

“Yang ini maksud kamu?”, isteri pak Kiayi itu menungging tepat di depanku yang masih terduduk

“Iya Nyai ini namanya anjing kawin ”

Hmm lezatnya, pantat Tante Fifi yang besar itu kuremas-remas dan belahan bibir vaginanya yang memerah membuat nafsuku memuncak, aku langsung mengambil posisi dan tanpa permisi lagi menyusupkan penisku dari belakang Kupegangi pinggangnya, sebelah lagi tanganku meraih buah dada besarnya

“Ooohh , ngg , Agggh yang ini hebaat Di , oohh, genjot yang keras sayang, oohh , tambah keras lagi ,”

“Uuuhh… Enak ya Nyai? Aku suka ngentot sama Nyai ayo tante jalang goyangin dong pantatnya ”

“Oooooh Di setubuhi aku sesuka hatimu, tante suka Di ”

 Kata-kata kotor Didi membuat isteri pak Kiayi itu kian terangsang hebat ia goyangkan pantatnya mengikuti irama tusukan penis yang menerobos liang vaginanya Kepalanya menggeleng keras ke sana ke mari, aku rasa Tante Fifi sedang berusaha menikmati gaya ini dengan semaksimal mungkin Teriakannyapun makin ngawur

“Ooohh , jangan lama-lama lagi sayang tante mau keluar lagi ooh ” aku menghentikan gerakan dan mencabut penisku

“Baik tante sekarang , mm, coba tante berbaring menghadap ke samping, kita selesaikan dengan gaya ini”

“Kamu sudah mulai pintar sayang mmhh”, Tante Fifi mengecup bibirku

Perintahku pun diturutinya, ia seperti tahu apa yang aku inginkan Ia menghempaskan badannya kembali dan berbaring menghadap ke samping, sebelah kakinya terangkat dan mengangkang, aku segera menempatkan pinggangku di antaranya Buah penisku bersiap lagi

“Aaahh tante , uuhh , nikmat sekali, oohh , Nyai sekarang, oohh , saya nggak tahan Nyai , enaak , oohh”

“Tante juga Didi , Didi , Didi sayaangg, oohh , keluaar samaan sayaang ooh” kami berdua berteriak panjang, badanku terasa bergetar, ada sebentuk energi yang maha dahsyat berjalan cepat melalui tubuhku mengarah ke bawah perut dan,

“Craat , cratt , craatt , cratt”, entah berapa kali penisku menyemburkan cairan kental ke dalam rahim isteri pak Kiayi yang tampak juga mengalami hal yang sama, selangkangan kami saling menggenjot keras

Tangan Tante Fifi meremas sprei dan menariknya keras, bibirnya ia gigit sendiri Matanya terpejam seperti merasakan sesuatu yang sangat hebat, tubuhnya berkejat kejat isteri pak Kiayi itu mengerang seperti anak kucing

Beberapa menit setelah itu kami berdua terkapar lemas, Tante Fifi memelukku erat, sesekali ia mencium mesra Tanganku tampaknya masih senang membelai lembut buah dada Tante Fifi Kupintir-pintir putingnya yang kini mulai lembek Mataku memandangi wajah manis perempuan paruh baya itu, meski umurnya sudah berkepala empat namun aku masih sangat bernafsu melihatnya Wajahnya masih menampakkan kecantikan dan keanggunannya

Meski mulai tampak kerutan kecil di leher wanita itu tapi , aah, persetan dengan itu semua, Tante Fifi adalah wanita pertama yang memperkenalkan aku pada kenikmatan seksual Bahkan dibanding Devi, Rani, Shinta dan teman sekelasku yang lain, perempuan paruh baya ini jauh lebih menarik

“Tante nggak nyangka kamu bisa sekuat ini, Di ”
“Hmm ”
“Betul ini baru yang pertama kali kamu lakukan?”
“Iya tante ”
“Nggak pernah sama pacar kamu?”
“Nggak punya tante ”
“Yang bener aja ah”
“Iya bener, nggak bohong kok, tante , tante nggak kapok kan ngajarin saya yang beginian?”

“Ya ampuun ” Ia mencubit genit, “Masa sih tante mau ngelepasin kamu yang hebat gini, tahu nggak Di, suami tante nggak ada apa-apanya dibanding kamu ”

“Maksud tante?”

“Pak Fuad itu kalau main paling lama tiga menit , lha kamu? Tante sudah keluar beberapa kali kamu belum juga, apa nggak hebat namanya”

“Ngaak tahu deh tante, mungkin karena baru pertama ini sih ”

“Tapi menurut tante kamu emang punya bakat alam, lho? Buktinya baru pertama begini saja kamu sudah sekuat itu, apalagi kalau sudah pengalaman nanti , pasti tante kamu bikin KO , lebih dari yang tadi”

“Terima kasih tante ”
“Untuk?”

“Untuk yang tadi… Karena saya bisa ngentotin Nyai, saya sudah lama mengkhayali Nyai sambil beronani dan malam ini saya puas sekali bisa menyetubuhi isteri pak Kiayi yang cantik ini he heee ”

“Tante yang terima kasih sama kamu , kamu yang pertama membuat tante merasa seperti ini”

“Saya nggak ngerti ”

“Di , dua puluh tahun lebih sudah usia perkawinan tante dengan Pak Fuad tak pernah sedetikpun tante menikmati hubungan badan yang sehebat ini Suami tante adalah tipe lelaki egois yang menyenangkan dirinya saja

Tante benar-benar telah dilecehkannya Belakangan tante berusaha memberontak, rupanya dia sudah mulai bosan dengan tubuh tante dan seperti rekannya yang lain sesama Kiayi, ia menyimpan beberapa wanita sebagai isteri kedua untuk melampiaskan nafsu seksnya

Tante tahu semua itu dan tante nggak perlu cerita lebih panjang lebar karena pasti kamu sudah sering mendengar pertengkaran tante”, Suaranya mendadak serius, tanganku memeluk tubuhnya yang masih telanjang

Ada sebersit rasa simpati mendengar ceritanya yang polos itu, betapa bodohnya lelaki bernama Kiayi Fuad itu punya perempuan secantik dan senikmat ini di biarkan merana. Tante Fifi terpejam begitu tanganku menyentuh permukaan buah dadanya, merayap perlahan menyusuri kelembutan bukit indah itu menuju puncak dan,

Mmm aku memintir putingnya yang coklat kemerahan itu

“Agggh?” telapak tanganku mulai lagi, meremasnya satu persatu,

“Hmm”, dengan sebelah tangannya ia meraih penisku yang mulai tegang, jari telunjuk Tante Fifi mengurut tepat di leher bawah kepala penisku, semakin tegang saja, shitt , aku nggak bisa bersuara Aku tak tahan dan beranjak turun dari tempat tidur itu dan langsung berjongkok tepat di depan pahanya di pinggiran tempat tidur, menguak sepasang paha montok dan putih itu ke arah berlawanan

“Mmmhh , aahh , oh nggak, , uuhh” lidahku langsung mendarat di permukaan segitiga terlarang itu

“Ssshh yaa , enakk ?,

Lidahku kian mengganas, kelentit sebesar biji kacang itu sengaja kusentuh

“Mmm fuuhh , Tante akan layani kamu sampai kita berdua nggak kuat lagi Kamu boleh lakukan apa saja Puaskan diri kamu sayang aahh”, aku tak mempedulikan kata-katanya, lidahku sibuk di daerah selangkangannya

Malam itu benar-benar surga bagi kami, permainan demi permainan dengan segala macam gaya kami lakukan Di karpet, sampai sekitar pukul tiga dini hari Kami sama-sama bernafsu, aku tak ingat lagi berapa kali kami melakukannya

Seingatku disetiap akhir permainan, kami selalu berteriak panjang Benar-benar malam yang penuh kenikmatan Aku terbangun sekitar jam 11 siang, badanku masih terasa sedikit pegal Tante Fifi sudah tidak ada di sampingku

“Tante ?” panggilku setengah berteriak, tak ada jawaban dari istri pak Kiayi yang semalam suntuk kutiduri itu

Aku beranjak dari tempat tidur dan memasang celana pendek, sprei dan bantal-bantal di atas tempat tidur itu berantakan, di banyak tempat ada bercak-bercak bekas cairan kelamin kami berdua Aku keluar kamar dan menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan Tante Fifi, ternyata ia harus ke tempat ke sekolah tempat ia mengajar karena ada yang harus dikerjakan

“Hmm , padahal kalau main baru bangun tidur pastilah nikmat sekali”, pikiranku ngeres lagi

Aku kembali ke kamar Tante Fifi yang berantakan oleh kami semalam, lalu dengan cekatan aku melepas semua sprei dan selimut penuh bercak itu Kumasukkan ke mesin cuci Tiga puluh menit kemudian kamar dan ruang kerja pak Kiayi kubuat rapi kembali Siap untuk kami pakai main lagi 

“Shit… ! Aku lupa sekolah , ampuun gimana nih”,

Sejenak aku berpikir dan segera kutelepon Tante Fifi

“Selamat pagi?”, suara operator
“Ya Pagi , Bu Fifi ada?”
“Dari siapa, pak?”
“Bilang dari Sonny, anaknya ”
“Oh Mas sonny”
“Huh dasar sok akrab”, umpatku dalam hati
“Saya, Tante ”
“Eh kamu sayang , gimana? mau lagi? Sabar ya, tungguin tante ”
“Bukan begitu tante , tapi saya jadi telat bangun , nggak bisa masuk sekolah”

“Oooh gampang , ntar tante yang telepon Pak Yogi, kepala sekolah kamu itu , tante bilang kamu sakit yah?”

“Nggak ah tante, ntar jadi sakit beneran ”
“Tapi emang benar kan kamu sakit , sakit , sakit anu! Nah lo!”
“Aaah, tante , tapi bener nih tante tolong sekolah saya di telepon yah?”
“Iya , iya , eh.. Di , kamu kepingin lagi nggak ”
“Tante genit”
“Nggak mau? Awas lho Tante cari orang lain ”
“Ah Tante, ya mau dong , semalam nikmat yah, tante ”
“Kamu hebat!”
“Tante juga , nanti pulang jam berapa?”
“Tunggu aja , sudah makan kamu?”
“Belum, tante sudah?”

“Sudah , mm, kalau gitu kamu tunggu aja di rumah, tante pesan catering untuk kamu , biar nanti kamu kuat lagi”

“Tante bisa aja , makasih tante ”
“Sama-sama, sayang , sampai nanti ya, daahh”
“Daah, tante”

Tak sampai sepuluh menit seorang delivery service datang membawa makanan

“Ini dari, Bu Fifi, Mas talong ditandatangan Payment-nya sudah sama Bu Fifi”
“Makasih, mang ”
“Sama-sama, permisi ”

Aku langsung membawanya ke dalam dan menyantapnya di depan pesawat TV, sambil melanjutkan nonton film porno, untuk menambah pengalaman Makanan kiriman Tante Fifi memang semua berprotein tinggi Aku tahu benar maksudnya Belum lagi minuman energi yang juga dipesannya untukku

Rupanya istri pak Kiayi itu benar-benar menikmati permainan seks kami semalam, eh aku juga lho , kan baru pertama Sambil terus makan dan menyaksikan film itu aku membayangkan tubuh dan wajah Tante Fifi bermain bersamaku Penisku terasa pegal-pegal dibuatnya Huh , aku mematikan TV dan menuju kamarku

“Lebih baik tidur dan menyiapkan tenaga ”, aku bergumam sendiri dalam kamar

Sambil membaca buku pelajaran favorit, aku mencoba melupakan pikiran-pikiran tadi Lama-kelamaan akupun tertidur Jam menunjukkan pukul 12 45. Sore harinya aku terbangun oleh kecupan bibir Tante Fifi yang ternyata sudah ada di sampingku

“Huuaah , jam berapa sekarang tante?”

“Hmm , jam lima, tante dari tadi juga sudah tidur di sini, sayang kamu tidur terlalu lelap Tante sempat tidur kurang lebih dua jam sejak tante pulang tadi, gimana, kamu sudah pulih ”

“Sudah dong tante, empat jam lebih tidur masa sih nggak seger ”, kami saling berciuman mesra,

“Crup , crup”, lidah kami bermain di mulutnya

“Eh , tante mau jajan dulu ah , sambil minum teh, yuuk di taman Tadi tante pesan di Dunkin , ada donat kesukaan kamu”, ia bangun dan ngeloyor keluar kamar

“Uh , Tante Fifi ”, gumamku pelan melihat bahenolnya tubuh kini terbungkus terusan sutra transparan tanpa lengan

 Bayangan CD dan BH-nya tampak jelas Aku masih senang bermalas-malasan di tempat tidur itu, pikiranku rasanya tak pernah bisa lepas dari bayangan tubuhnya Beberapa saat saja penisku sudah tampak tegang dan berdiri, dasar pemula! Sejak sering tegang melihat tubuh Tante Fifi sebulan belakangan ini, aku memang jarang memakai celana dalam ketika di rumah agar penisku bisa lebih leluasa kalau berdiri seperti ini

“Hmm, tante Fifi , aahh Nyai yang cantik” desahku sambil menggenggam sendiri penisku, aneh , aku membayangkan orang yang sudah jelas bisa kutiduri saat itu juga, tak tahulah , rasanya aku gila!

Tanganku mengocok-ngocok sendiri hingga kini penis besar dan panjang itu benar-benar tegak dan tampak perkasa sekali Aku terus membayangkan bagaimana semalam kepala penis ini menembus dan melesak keluar masuk vagina Tante Fifi Kutengok ke sana ke mari

“Tante ”, panggilku

“Di dapur, sayang”, sahutnya setengah berteriak, aku bergegas ke situ, kulihat ia sedang menghangatkan donat di microwave

Dan , uuhh, tubuh yang semalam kunikmati itu, dari arah belakang , bayangan BH dan celana dalam putih di balik gaun sutranya yang tipis membuatku berkali-kali menelan ludah

“Uuuhh tante , sayang”, tak sanggup lagi rasanya aku menahan birahiku, kupeluk ia dari belakang, sendok yang ada di tangannya terjatuh, penisku yang sudah tegang kutempelkan erat di belahan pantatnya

“Aduuhh , Didi nakal kamu ah ” ia melirikku dengan pandangan menggoda

Aku semakin berani, tangan kananku meraih buah dada Tante Fifi dari celah gaun di bawah ketiaknya Lalu tangan kiriku merayap dari arah bawah, paha yang halus putih mulus itu terus ke arah gundukan kemaluannya yang masih berlapis celana dalam Telunjuk dan jari tengahku langsung menekan, mengusap-usap dan mencubit kecil bibir kemaluannya

“Ehhmm , nngg , aahh , nakaal, Didi”

“Tante , tante, saya nggak tahan ngeliat tante , saya bayangin tubuh tante terus dari tadi pagi”

Tangan kiriku menarik ujung celana dalam itu turun, ia mengangkat kakinya satu persatu dan terlepaslah celana dalamnya yang putih Kutarik cup BH-nya ke atas hingga tangan kananku kini bebas mengelus dan meremas buah dadanya

Dengan gerak cepat kulorotkan pula celana dalam yang kupakai lalu bergegas tangan kiriku menyingkap gaun sutranya ke atas Kudorong tubuh isteri pak Kiayi itu sampai ia menunduk dan terlihatlah dengan jelas celah vaginanya yang masih tampak tertutup rapat Aku berjongkok tepat di belakangnya

“Idiihh, Didi Tante mau diapain nih ”, katanya genit

Lidahku menjulur ke arah vaginanya Aroma daerah kemaluan itu merebak ke hidungku, semakin membuatku tak sabar dan ,

“Huuhh , srup , srup , srup”, sekali terkam bibir vagina sebelah bawah itu sudah tersedot habis dalam mulutku

 “Aaahh , Didi , enaakk ”, jerit perempuan setengah baya itu, tangannya berpegang di pinggiran meja dapur

“Aaawww , gelii”, kugigit pantatnya

Uuh, bongkahan pantat inilah yang paling mengundang birahiku saat melihatnya untuk pertama kali Mulus dan putih, besar menggelembung dan montok

Lima menit kemudian aku berdiri lagi setelah puas membasahi bibir vaginanya dengan lidahku Kedua tanganku menahan gerakan pinggulnya dari belakang, gaun itu masih tersingkap ke atas, tertahan jari-jari tanganku yang mencengkeram pinggulnya Dan hmm, kuhunjamkan penis besar dan tegang itu tepat dari arah belakang,

“Sreep , Bleess”, langsung menggenjot keluar masuk vagina Tante Fifi
“Aaahh , Didi , enaak , huuhh tante senang yang ini oohh ”
“Enak kan tante , hmm , oohh , agak tegak tante biar susunya , yaakk ooh enaakk”

“Yaahh , tusuk yang keras , hmm , tante nggak pernah gini sebelumnya , oohh enaakk pintarnya kamu sayaang , oohh enaak , terus , terus yah tarik dorong keeraass , aahh , kamu yang pertama giniin tante, Di , oohh , sshh ”, hanya sekitar tiga menit ia bertahan dan,

“Hoohh , tante , mauu , keluar , sekarang , ooh hh , sekarang Di, aahh ”

Vaginanya menjepit keras, badannya tegang dengan kepala yang bergoyang keras ke kiri dan ke kanan

Aku tak mempedulikannya, memang sejenak kuberi ia waktu menarik nafas panjang Aku membiarkan penisku yang masih tegang itu menancap di dalam Ia masih menungging kelelahan

“Balik Nyai ”, pintaku sambil melepaskan gigitan di kemaluannya
“Apalagi, sayang , ya ampun tante nggak kuat , aahh”

Aku meraih sebuah kursi Ia mengira aku akan menyuruhnya duduk,

“Eiih bukan tante, sekarang tante nyender di dinding, kaki kiri tante naik di kursi ini ”
“Ampuun, Didi , tante mau diapain sayang ”, ia menurut saja

 Woow! Kudapatkan posisi itu, selangkangan itu siap dimasuki dari depan sambil berdiri, posisi ini yang membuatku bernafsu

“Sekarang Nyai sayang , yaahh ”, aku menusukkan penisku dari arah depannya, penisku masuk dengan lancar

Tanganku meremas kedua susunya sedangkan mulut kami saling mengecup

“Mmmhh , hhmm ”, ia berusaha menahan kenikmatan itu namun mulutnya tertutup erat oleh bibirku

Hmm, di samping kanan kami ada cermin seukuran tubuh Tampak pantatku menghantam keras ke arah selangkangannya Penisku terlihat jelas keluar masuk vaginanya Payudaranya yang tergencet dada dan tanganku semakin membuatku bernafsu

“Cek , cek , cek”, gemercik suara kemaluan kami yang bermain di bawah sana

Kulepaskan kecupanku setelah tampak tanda-tanda ia menikmatinya

“Uuuhh hebaat , kamu sayang , aduuh mati tante , aahh enaak mati aku Di, oohh , ayo keluarin sayang , aahh entotin tante yang kuat Aggggh , sudah mau sampai lagi niih aahh ” wajahnya tampak tegang lagi, pipinya seperti biasa, merah, sebagai tanda ia segera akan orgasme lagi Cerita Sex 2015

“Ayooo nikmati Nyai kontol besarku Goyangin dong Nyai pantatnya, duh enaknya ngentot sama Nyai

Kupaksakan diriku meraih klimaks itu bersamaan dengannya Aku agaknya berhasil, perlahan tapi pasti kami kemudian saling mendekap erat sambil saling berteriak keras

“Aaahh , tante keluaar ”
“Saya juga Nyai huuhh , nikmat , nikmat , oohh , Nyai Fifi , aahh”, dan penisku,

“Crat , crat , crat , seer”, menyemprotkan cairannya sekitar lima enam kali di dalam liang vagina isteri pak Kiayi yang juga tampak menikmati orgasmenya untuk kedua kali

“Huuhh , capeekk , sayang” ia melepaskan pelukannya dan penisku yang masih menancap itu

Hmm, kulihat ada cairan yang mengalir di pahanya bagian dalam, ada yang menetes di lantai

“Mau di lap Nyai?”, aku menawarkan tissue

“Nggak sayang , tante senang, kok Tante bahagia , yang mengalir itu sperma kamu dan cairan kelamin tante sendiri Tante ingin menikmati terus rasa penismu ”, ia berkata begitu sambil memberiku sebuah ciuman 

“Hmm , Tante Fifi ”, Kuperbaiki letak BH dan rambutnya yang acak-acakan, kemudian ia kembali menyiapkan jajanan yang sempat terhenti oleh ulah nakalku.

Aku kembali ke kamar dan keluar lagi setelah mengenakan baju kaos Tante Fifi telah menunggu di taman belakang rumahnya yang sangat luas, kira-kira sekitar 25 m persegi. Kami duduk santai berdua sambil bercanda menikmati suasana di pinggiran sebuah danau buatan Sesekali kami berciuman mesra seperti pengantin baru yang lagi haus kemesraan

BABY SISTER DIENTOT KONTOL BESAR

aku pernah kost SLOT GACOR MAXWIN disebuah lokasi tinggal mewah di Makassar, empunya rumah termasuk elite dan tergolong sibuk dgn bisnisnya...