Sampai saat ini aku masih bekerja di RTP LAPAK303 salah satu perusahaan IT di Jakarta. Aku juga punya minat yang cukup tinggi dalam urusan seks. Pengalaman seks aku yang pertama kualami dengan salah satu teman chat-ku. Sejak saat itu, aku mulai ketagihan.
Biasanya aku berhubungan seks dengan wanita-wanita yang kurang lebih sebaya denganku. Kali ini aku akan cerita pengalaman seks pertamaku dengan wanita yang beda umurnya cukup jauh denganku.
Awalnya dari chatting. Suatu kali entah kenapa aku bosan dengan nick yang biasa aku pakai. Aku pun mencoba sebuah nick menarik perhatian. Nick yang menyiratkan fisik tubuhku, tapi tidak vulgar. Dari sekian banyak nick yang query aku, aku tertarik pada sebuah nick yang cukup menggoda. Jnd_37_Jkt. Aku pikir pemilik nick ini pasti seorang janda berumur 37 tahun yang tinggal di Jakarta. Aku membalas querynya.
‘hi juga, asl pls..’ balasku.
‘kan di nick udah’
‘oh iya, tapi Jnd apa tuh?’ tanyaku pura-pura bego.
‘Jendral ha3x. gak ding, janda kok’ aku tersenyum melihat kelakarnya.
‘oo.. ic’ jawabku.
‘asl u dong’ tanya nick itu.
‘aku lebih muda gpp nih?’ aku bertanya balik.
‘gpp, justru yg muda lebih asik:)’ aku tertawa dalam hati.
‘ok, 24 m jkt’ jawabku.
‘hihihi.. 24 sih lagi seger2nya tuh ;)’ hmm.. mulai menggoda nih. Kami pun terlibat obrolan yang mengasyikkan. Sekitar setengah jam aku chat dengannya hingga akhirnya kami bertukar nomer telepon.
Aku baru saja tiba di rumah ketika tiba-tiba ponselku berbunyi. Hmm.. nomer siapa ini. Aku langsung mengangkat.
“Halo..” sapaku.
“Rio ya? Udah pulang?” tanya suara di ujung sana yang ternyata suara seorang wanita.
“Iya, siapa ya?” tanyaku penasaran.
“Hai..” wanita itu menyebut nick yang kugunakan tadi siang.
“Tante Rissa ya?” aku mencoba menebak.
Terdengar tawa di ujung sana. Betul, Tante Rissa yang tadi siang menggunakan nick Jnd_37_Jkt. Kami pun langsung menyambung obrolan tadi siang. Dari obrolan kami yang akrab aku tahu bahwa Tante Rissa sebetulnya masih menikah. Suaminya seorang pengusaha di bidang makanan ringan yang cukup sukses. Sementara Tante Rissa sendiri aktif sebagai salah seorang manager di salah satu bank asing di Jakarta. Dan seperti cerita-cerita kehidupan kota metropolitan pada umumnya, Tante Rissa jarang sekali bisa merasakan kehangatan suaminya karena kesibukan keduanya yang bertolak belakang. Akibatnya wanita itu sering melepas kesepian dengan gigolo-gigolo simpanannya.
Malam itu kami saling bertukar cerita, dan ujung-ujungnya kami pun janjian ketemu. Tante Rissa mengajakku ketemu di Blok M Plaza. Semula aku menolak karena di Blok M cukup ramai, apalagi hari Sabtu. Tapi Tante Rissa beralasan bahwa di situ tempat yang paling aman karena kerabat-kerabatnya jarang sekali ke daerah tersebut. Akhirnya aku ok saja. Kami pun janjian bertemu AGEN CASINO Sabtu depan.
Hampir setengah jam aku menunggu di Pizza Hut sambil mataku mencari-cari wanita berkulit putih dan berambut coklat sepunggung dengan tinggi sekitar 170 cm dan berat 58 kg yang mengenakan kemeja putih tanpa lengan dan celana jeans ketat sebetis. Spaghettiku sudah tinggal separuhnya dan mulai dingin. photomemek.com Aku baru saja akan menyuapnya lagi ketika tiba-tiba salah seorang pelayan Pizza Hut menghampiriku dan memberikan secarik kertas. Dia menggeleng ketika aku tanya dari siapa kertas tersebut. Penuh penasaran aku membukanya.
‘CARI SIAPHAA..? I’M BEHIND YOU MY BOY’ aku terkejut dan langsung menoleh ke belakangku. Kira-kira 2 meja di belakangku, aku melihat satu meja yang ditempati 2 orang wanita. Salah satu dari wanita itu melambai ke arahku sambil tersenyum. Aku memperhatikannya dengan cermat. Wanita itu persis sekali dengan ciri yang disebutkan Tante Rissa saat di telepon beberapa hari lalu. Itu pasti dia!! Tapi yang satu lagi siapa ya? Tanpa pikir panjang aku menghampiri meja tersebut, dan wanita yang melambaikan tangan padaku langsung berdiri menyambutku.
“Halo sayang..” sambut wanita yang ternyata memang Tante Rissa itu seraya mencium kedua pipiku. Aku membalasnya dengan mesra.
“Tante iseng banget sih.. udah nunggu dari tadi juga, untung nggak pulang.” aku pura-pura merajuk. Tante Rissa tersenyum sambil mengacak-acak rambutku.
“Eeh.. nggak takut rugi kalo pulang nih? Ada yang mau kenalan sama kamu tuh..” cetusnya sambil melirik ke wanita yang ada di sebelahnya. Kami pun berkenalan. Tante Emma, wanita yang dimaksud ternyata adalah tetangga Tante Rissa. Dari obrolan kami, aku tahu kalau mereka bernasib sama dalam urusan rumah tangga, dan seringkali hunting bareng mencari gigolo-gigolo yang siap memuaskan nafsu mereka.
“Gila, Tante pikir nick kamu itu cuma boongan doang..” cetus Tante Rissa sedikit kagum pada tubuhku. Sebetulnya tubuhku tidak atletis seperti tubuh-tubuh idaman wanita. Mungkin dengan tinggi badanku yang 182 cm dan berat sekitar 78 kg aku jadi terlihat tinggi besar.
“Iya nih Yo, gara-gara cerita kamu waktu di telepon, Emma jadi kepengen ketemu juga sama kamu.” kata Tante Rissa. Aku mengernyitkan kening.
“Cerita? Wah, Tante pake cerita-cerita segala sih sama Tante Emma. Kan jadi..”
“Siapa yang cerita, lha wong kamu sendiri yang cerita sama kita..hihihi.” aku semakin tidak mengerti dan menatap Tante Rissa penuh tanya. Wanita itu tersenyum.
“Gini lho sayang, waktu kamu telepon kemaren itu Emma juga ada di rumah Tante, jadi kita berdua asyik deh denger cerita kamu yang hot itu hahaha..” aku langsung mencubit pinggang LAPAK303 APK Tante Rissa gemas.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar