Seperti biasa, Yogyakarta dengan LAPAK303 SLOT jalan Maliboro-nya, petang itu kembali menyisakan kenangan yang tidak akan pernah terlupa. Hiruk pikuk orang yang lalu-lalang di sepanjang jalan di muka pertokoan; jeritan klakson kendaraan maupun raungan reklame melalui pengeras suara menjadikan aku terhanyut dalam suasana keramaian.
Degup dada menjadi tak beraturan ketika kulihat tonjolan besar membayang dari dalam celana pendek yang dikenakannya. Aku gelisah ingin melihat lebih dekat dan lebih jelas lagi sesuatu yang tersembunyi dibalik celana itu. Tapi aku juga sadar untuk tidak berlaku ceroboh yang akhirnya hanya akan membawa aku ke dalam suatu kesulitan. Aku memang sedang ingin jalan-jalan sekedar cari angin. Namun, bayangan itu semakin menggoda, sehingga kuputuskan untuk menghampiri saja abang becak itu.
Baru beberapa langkah aku menghampiri ternyata abang becak itu sudah terlebih dahulu bangkit dari duduknya dan menyapaku
“Mari mas, saya antarkan untuk cari oleh-oleh atau..” dan saya tidak lagi mendengar apa yang dikatakannya kemudian kecuali saya merasa sudah terduduk di kursi becaknya. Sepanjang perjalanan, kami ngobrol tentang segala hal, sehingga kemudian rencana semula yang sekedar hanya putar-putar kota Yogya berubah menjadi singgah di rumah abang becak tersebut.
Walaupun hanya berprofesi sebagai tukang becak ternyata Jono juga menjaga kebersihan tubuhnya. Setiba di rumahnya setelah mempersilahkanku duduk ia segera minta ijin untuk mandi dan berganti pakaian. Aku memilih untuk berangin-angin di beranda di samping rumahnya. Kulihat sekeliling rumah kontrakannya cukup sepi; tenang dan damai. Tak sengaja aku melihat Jono keluar hanya berbalutkan handuk menuju ke tempat mandi yang letaknya memang terpisah dari rumahnya. Tersenyum ia melihat ke arahku dan aku melambaikan tangan membalas senyumnya.
Aku melangkah masuk ke ruang tamu dan duduk di dalam sementara menunggu Jono menyelesaikan mandi.
“Monggo Mas di minum dulu..” ucapnya sambil tersenyum.
“Oh.ya..ya..ya..terima kasih” kataku agak gugup.
Entahlah, aku juga heran kenapa aku jadi merasa nervous. Untuk menutupi kegalauan jiwaku aku ambil gelas kopi itu dan kuhirup sedikit. Rupanya hal ini berhasil menurunkan keteganganku. Aku mulai merasa agak tenang dan dapat mengendalikan sikapku.
“Saya dengar tadi Jono bisa memijat juga ya?” aku membuka pembicaraan.
“Yeah begitulah mas, pijat-pijat refreshing gitu loh. Apakah Mas Resnu mau di pijat sekarang?” Jono ganti bertanya kepadaku yang langsung kujawab dengan anggukan kepala.
“Kalau begitu, monggo berbaring di amben” kata Jono sambil PREDIKSI TOGEL CINA menunjuk ke suatu kamar.
Di dalam kamar selain yang disebut amben dengan sprei batik warna hijau lumut itu juga terdapat lemari, meja kecil dan kaca hias yang tergantung di tembok. Sederhana namun bersih. Aku segera melepas baju dan celana, namun aku masih ragu apakah aku harus juga melepas CD G strings yang biasa kukenakan ini.
Aku berbaring tengkurap menanti Jono datang.
“Mas, kok CD nya ndak dibuka? Apakah nanti ndak takut kotor?” Jono bertanya setelah masuk ke kamar dan melihatku sudah tengkurap.
Aku mulai nakal mencoba menggoda Jono “Nanti Jono aja deh yang bukain, ga keberatan kan?” aku menatap Jono dan ia tersenyum ke arahku.
Saat pijatan dilakukan di bagian paha dan pantat aku sungguh tak kuasa menahan keinginan untuk tidak ereksi. Tanganku hanya mencengkram ujung bantal menahan sensasi kegelian yang nikmat. Dari balik CD G strings aku merasa bahwa kemaluanku sudah meregang dari posisi semula demikian pula dengan bulu-bulu pubic yang kurasa juga mulai terasa meremang. Karena itu aku agak sedikit mengangkat pantatku agar si kecil dapat lebih leluasa bergerak.
“Mas Resnu..bagaimana kalau saya buka celananya?” ucapan Jono agak mengaggetkanku namun juga membuatku merasa senang.
“Boleh..boleh..” photomemek.com sahutku sambil melebarkan ke dua paha serta mengangkat pantatku lebih tinggi lagi.
Dengan cekatan Jono langsung menarik lepas CD yang kupakai. “Celana Mas antique juga ya..” Jono mengomentari CD G stringsku yang dulu kubeli di sex shop ketika aku sedang vakansi ke Amsterdam.
Saat melepas celana dalamku pastinya Jono sudah melihat kalau kemaluanku sudah menegang dan dia hanya pura-pura tidak melihatnya saja. Dia meneruskan pijatannya masih di bagian yang sama sekitar tulang pantatku yang membuat tubuhku jadi oleng bergerak miring ke kiri dan ke kanan.
“Berbalik mas..” Jono memerintahkanku untuk berbalik.
Wah, berabe nih..pennyku kan sudah bangun. Aku tetap tidak berbalik sampai ketika Jono mengulangi lagi permintaannya maka sambil memejamkan mata aku membalikan badan. Namun sesungguhnya mataku tetap terpicing menyaksikan bagaiman reaksi Jono melihat keadaan tubuhku saat itu. Naked dengan penny menyeruak tegang dari rerimbunan pubicku yang berwarna jelaga.
Ternyata Jono tetap tidak peduli(?) dengan keadaanku saat itu. Ia tetap memijat dan mengurut. Dengan arah, tentu saja, yang sama dengan tahapan awal tadi. Saat tangannya mengusap bagian paha dalamku aku hanya bisa mendesah apalagi ketika pijatan tekanan pada titik diantara rectum dan scrotum dilakukannya semakin membuat ereksiku menjadi jadi. Namun tampaknya Jono sengaja menerapkan strategi up and down. Sehingga ia tidak memforsirku untuk tetap ereksi. Tentu saja, hal seperti ini malah menjadikan diriku blingsatan dan puyeng.
Sekarang tangan Jono sedang berputar-putar di bawah pusarku dengan sesekali meremas-remas pubicku, sementara tangan yang satunya mengusap-usap scrotum dan sesekali singgah di ass-hole ku.
“Alamak..” jeritku dalam hati;
Tangan Jono mengusap dan meremas dadaku dan jemarinya bermain cukup lama di nipple ku. Perlakuannya itu membuatku jadi hilang kesabaran dan dengan tiba-tiba kusentuh sesuatu yang tersembunyi di balik kain sarung Jono. Kami berdua sama-sama kaget. Ternyata Jono tidak memakai celana dalam dan saat itu kurasakan ia sudah ereksi juga. Tentu saja, akhirnya, dengan mudah aku dapat menggemgam keseluruhan batang kemaluan Jono yang mengeras. Jono tidak menepis tanganku; ia tersenyum ketika aku membuka mataku yang terpicing sejak tadi.
Kutarik dengan kuat pundak Jono sehingga wajahnya menjadi lebih dekat denganku. Dengan sigap segera kulahap bibir Jono yang kemudian dengan tidak kusangka-sangka ia malah membalas lebih liar daripadaku. Lidahnya menjulur-julur menyapu seluruh langit-langit mulutku serta memilin lidahku sehingga aku LAPAK303 LINK ALTERNATIF menjadi sulit bernafas.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar