Cerita ini berawal pada saat LAPAKGAMING pertama kali aku menginjakkan kaki di kota Bandung, pada saat itu aku dipindah tugaskan dari Surabaya (tempat tinggalku semula bersama orang tuaku) ke Bandung. Di Bandung aku tidak memiliki sanak saudara maupun kenalan. Sebenarnya perusahaan memberikan sebuah rumah dinas untukku namun karena lokasi rumah tersebut tergolong sepi jadi aku tidak menerimanya. Kini aku mengontrak sebuah rumah sendiri yang tidak jauh dari kantorku. Rumah kostku berada disebelah salon kecantikan, pokoknya pas deh soalnya banyak cewek-ceweknya. Diantara sekian gadis yang bekerja di salon itu ada yang kusuka, namanya Mila dan kebetulan dia adalah pemilik salon tersebut dan usianya 2 tahun diatasku namun bila begitu Mila selalu memanggilku dengan sebutan “Mas”. Salon tersebut sekaligus tempat tinggalnya dan dia tinggal hanya seorang diri.
Mila adalah seorang gadis yang bertubuh sexy, kulitnya putih mulus, rambutnya panjang terurai, bibirnya imut-imut dan yang tak kalah menarik buah dadanya yang begitu montok yang ku tafsirkan sekitar 36b sehingga serasa mengoda birahiku ditambah lagi dia selalu memakai pakaian ketat nan sexy. Seperti biasanya setiap aku pulang dari kantor sore menjelang malam pasti aku selalu berpapasan dengan Mila karena setiap harinya aku selalu lewat depan salonnya disamping rumahku.
Dia selalu mengedipkan matanya kepadaku sambil sambil berkata, “Hai ganteng baru pulang ya”, dan seperti biasanya juga aku meberikan kecupan melambai sambil tersenyum.
Tak jarang aku selalu melamun sendiri sambil memikirkan Mila si gadis ayu nan sexy itu, terlebih lagi saat aku pulang kantor dan mandi sampai peniskupun menegang hingga memuntahkan sperma. Kini tibalah saat yang tak terlupakan seumur hidupku, malam itu sekitar jam 9 Mila datang kerumahku.
Ia minta tolong, katanya, “Mas Irza, tolong donk ke rumah Mila sebentar”.
“Emang ada apa, La”.
“Lampu kamar Mila putus, tolong pasangin donk dengan yang baru soalnya Mila takut masang sendiri, ntar kesetrum”.
“Ah masa kesetrum aja takut, emang Mila nggak pernah kesetrum ya..”. Aku sekedar bercanda.
“Tolong donk Mas Irza, sebentarr aja”. Mila mengajakku seperti merengek sambil menarik tanganku dan tanpa sengaja buah dadanya yang montok itu menempel di lenganku yang seketika itu pula membuat darah kelelakianku seperti mendidih, namun aku masih dapat menahannya.
“Ok deh.. ntar ya, Mas pake celana dulu”. Kebetulan saat itu aku hanya menggunakan kaos dan kain sarung.
“Alahh.. deket aja pun, ngapain sih ganti-ganti segala, emang mau ke pesta”.
“Hmm.. ayolah”.
Kemudian pada saat baru didepan rumahku setelah mengunci pintu rumahku, aku melihat sepertinya salonnya sudah tutup padahal setahuku biasanya jam 10 salonnya baru tutup.
“La, kok cepet amat salonnya tutup?”
“Ya tadi anak-anak permisi tadi katanya ada urusan”.
“Ohoo.. jadi kita hanya berdua donk ntar di rumah kamu, wah asyik nih”. Seketika itu juga tiba-tiba terlintas pikiran kotor di benakku.
“Hmm.. awas ya”. Dia berkata JADWAL SEPAK BOLA INDONESIA sambil mencolek pipiku.
Kemudian akupun tersenyum sambil kami melangkah menuju rumahnya, dan setelah sampai di rumahnya Mila langsung mengajakku kekarmarnya untuk memasang lampu kamarnya. photomemek.com Ternyata disitu dia telah menyediakan tangga agar memudahkanku untuk naik dan memasang lampu tersebut. Maka akupun naik ke tangga itu sambil Mila menyenter ke atas untuk menerangi pandanganku ke langit-langit tempat lampu yang akan dipasang.
Karena pada saat itu aku menggunakan sarung, maka pada saat naik memang tidak ada masalah namun pada saat mau turun tiba-tiba sarungnya nyangkut dan tanggapun mulai goyang, untung saja Mila memegang tangga tersebut sehingga tidak masalah, namun kain yang kugunakan terus merosot sampai ke kaki sehingga CD ku kelihatan dan Mila menyaksikan hal tersebut dan dia tertawa.
“Hihi.. Gede juga punya kamu ya”.
Lantas aku cepat-cepat turun dari tangga dan kugunakan kembali sarungku.
“Asik ya liat yang gede-gede.. emang kamu naksir ya sama yang gede-gede, pengen rasain nih”. Aku berkata sekedar gombal.
“Mau donk”
Kukira semula ucapan Mila hanya main-main saja, namun tiba-tiba setelah menghidupkan lampu yang baru aku pasang tadi lantas ia mendekatiku dan kemudian menari-nari erotis menggoda di depanku.
“Emang kamu aja yang punya gede Mila juga juga punya nih”
Dia terus menari-nari di depanku sambil meremas-remas dengan lembut payudaranya sendiri, dan tiba-tiba secara spontan kucoba untuk menyentuhnya, dan spontan juga dia menghindar, lantas aku hanya menggaruk kepala.
“Aku pulang aja ah, dah malam”.
“Segitu aja udah nyerah mau nggak..?”.
Dalam hati aku berkata, “Wah, nih cewek kayaknya nantang apa ngetes nih, soalnya mau kusentuh tadi kok malah menghindar”. Lantas aku berkata padanya, “Kamu serius nggak nih..”
“Sapa takut.. kemari donk sayang, kita habiskan RTP LAPAK303 malam ini hanya berdua”.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar